- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Jumat, 06 Mei 2011

SENYUM NABI BERSAMA PEMBANTUNYA

DALAM rumah tangga Rasulullah SAW. terdapat seorang pembantu. Dia bernama Anjasah. Dari mulai tinggal bersama beliau hingga sekarang, tak pernah sedikitpun ia mengeluh mengenai pekerjaan yang di bebenkan kepadanya. Karena beliau begitu adil dan ramahnya dalam menghadapi pembantu-pembantunya, termnasuk kepada Anjasah.
Anjasah merasa betah berada di lingkungan rumah tangga Rasulullah dan senantiasa merasa selalu dalam perlindungan beliau. Sekali tempo Rasulullah SAW juga mengajaknya bercanda, hingga membuat Anjasah merasa dihargai sebagai manusia seutuhnya.

Dalam mengeluarkan cadaannya, ada saja akal Rasulullah SAW untuk menyenangkan hati orang lain. Tak jarang kata-kata yang keluar dari mulut beliau dapat menimbulkan gelak tawa bagi orang yang mendengarkannya. Seperti beliau menggunakan kata botol sebagai pengganti kata perempuan.
Khusus mengenai candaan Rasulullah SAW. Anjasahmempunyai kesan yang tak terlupakan dari beliau, yaitusaat beliau mengajaknya bercanda menegenai istri-istrinya. Sebagaimana yang diterangkan dalam riwayat berikut ini.

Anas bin Malik menerangkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW pernah menugasi Anjasah untuk menuntun unta yang akan dinaiki salah seorang istrinya. Saat istri beliau hendk berpergian dengan menaiki unta.
Unta yang sedang dituntun Anjasah itu tiba-tiba berjalan dengan cepat. melihat kejadian itu, Rasulullah SAW lalu berkata, "Hati-hatilah hai Anjasah, berlakulah lemah lembut terhadap botol-botol itu".

Anjasah pun tersenyum simpul mendengar candaan Rasulullah. Ia hafal betul bahwa Rasulullah SAW mengatakan botol-botol terhadap istri-istri beliau hanyalah sebagai wujud pernyataan kasih sayang beliau terhadap mereka.

Rabu, 27 April 2011

PERJALANAN SUNAN KALIJAGA MENCARI GURU SEJATI

Di antara para wali yang tersebar di pulau jawa, hanya Kanjeng Sunan Kalijaga (Raden Syahid) yang bisa dikatakan satu-satunya wali yang mengerti akan sela dan kegemaran penduduk pulau jawa dan dia menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa.

Sabtu, 09 April 2011

WEJANGAN NABI KHIDDIR PADA SUNAN KALIJAGA

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman hidup, baik itu pengalaman hidup pribadi maupun pengalaman hidup dari orang lain. Pengalaman hidup orang lain itu bisa juga disebut sebagai "Kaca Benggala" yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi insan.

Rabu, 09 Maret 2011

S U L U K

Suluk sebenarnya hampir sama dengann thari. Keduanya memiliki arti kata "cari" atau "jalan", dalam istilah sufi cara buat jalan mendekati diri pada tuhan dan untuk memperoleh makrifat.
Tetapi pengertian suluk itu lama kelamaan berubah dan pada akhirnya di tujukan kepada semacam latihan, yang di lakukan dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keadaan mengenai ahwal dan maqamat dari orang yang melakukan tariqat itu.
Kita ketahui bahwa tarikat itu tujuannya adalah mempelajari kesalahan-kesalahan pribadi (intropeksi), baik dalam melakukan amal ibadah atau dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat, dan memperbaikinya.
Pekerjaan ini di lakukan seorang syaikh atau mursyid yang pengetahuannya dan pengalamannya jauh lebih tinggi dari murid yang di binanya. Seorang murid kemudian dibawa kepada perbaikan-perbaikan yang dapat menyempurnakan ke Islaman nya dan memberikan dia jalan demi untuk kebahagiaan dalam menempuh jalan kepada Tuhan-Nya.
Oleh karena kesalahan murid dan berlain-lainan itu tidak sama, maka perbaikan-perbaikan yang dilakukan ahli tariqat pun bermacam-macam adanya. Maka meskipun tujuannya semuanya satu, suluk untuk mencapai tujuan itu berlainan, tergantung kebutuhan perbaikan yang akan dibasuh (dibersihkan) oleh kepentingan itu. Dan sesuai dengan kesalahan dilakukan oleh sang murid.
Adapun suluk atau jalan yang dilalui oleh para sufi dapat dilakukan melalui beberapa cara: :
  1. IBADAH. : Yaitu aturan yang di tetapkan untuk mengabdi pada-Nya, agar setiap insan  bisa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segalal arangan-Nya. Dalam suluk, Ibadah itu merupakan penempuhan jalan untuk membenahi aturan diri pribadi atau semacam aturan mengenai perbaikan syariat yang sudah menjadi hukum. Dalam pembenahan dan perbaikan diri ini sebenarnya merupakan ritual kehidupan muslim sehari-hari. Seperti wudhu', shalat, zikir, dan tadarus. Agar Umat Muslim tekun mempelajari, menyimak dan melakukannya.  Agar semua perbaikan dan pembenahan diri melalui  ibadah yang di lakukan itu menjadi lebih sempurna. Meskipun demikian, menurut para sufi petunjuk yang diperoleh dalam amal yang demikian itu tidaklah sama, ada lekas mencapainya dan ada yang sampai bertahun-tahun perbuatannya dan ihwal-nya dalam beribadah itu belum berubah. Yang berkepentingan belum dapat menangkap hikmah-hikmah dan kegemaran dalam beribadah lahir itu.
  2. RIYADHA. Yaitu latihan diri atau mencari jati diri melalui bertapa (medhitasi), mengurangi makan, minum, tidur, berkata, dan sebagainya. Yang di anggap perlu menurut musysidnya. Riyadhah meliputi segala yang sekiranya dapat mengarah sang murid menuju penyucian diri dan mengenal nilai-nilai luhur yang mesti ditegakkan oleh seorang sufi. Termasuk dalam kategori samat (berdiam diri menahan hawa nafsu), penderitaan (pergi ke hutan, bukit, gunung atau pergi menempuh jarak yang sangat jauh), tariqul hikmah wa badhlu-l-jah (latihan yang di berikan agar sang murid mengenal etika sosial/muamalah).
Jadi dengan demikian, suluk bagi seorang sufi bertujuan antara lain untuk membawa murid kepada tingkatan atau maqam tertentu.

Senin, 07 Maret 2011

PENGENALAN AMALAN DZAT MENURUT TASAWUF JAWA

Ini adalah isi wirid yang menjadi bekal bagi murad, guru atupun pembimbing. Yang mengajarkan wawasan untuk melengkapi perjalanan yang sesuai dengan apa yang di perintahkan-Nya.

Rabu, 09 Februari 2011

PENCERMINAN LELAKU SUNAN KALIJAGA LEWAT DEWA RUCI

Di dalam menempuh jalur hidup yang penuh dengan hidayah dan karunia, seharusnya insan selalu ingat akan Sang Maha Pencipta atau Allah SWT. Karena Dia lah yang senantiasa memberi jalan dan kemudahan bagi insan yang di ciptakan-Nya. Dalam mencari keridhoan-Nya, Allah sudah menguraikan kedalam seluruh Kitab Suci yang menjadi panutan setiap insan.

AKSARA JAWA

Dahulu kala, di Pulau Majethi hidup seorang satria tampan bernama Ajisaka. Selain tampan, Ajisaka juga berilmu tinggi dan sakti mandraguna. Sang Satria mempunyai dua orang punggawa yang bernama Dora dan Sembada. Kedua punggawa itu sangat setia pada Ajisaka.