- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>
Tampilkan postingan dengan label SALAH SAMBUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SALAH SAMBUNG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Desember 2017

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

Sebenarnya apa dan bagaimana maksudnya .. ?!? ..
Apakah sebagai anak harus menciumi atau membasuh nya .. ?!? ..
Apakah istilah tersebut bisa berubah .. ??? ..
Dan apakah posisi IBU bisa di gantikan .. !?! ..

Istilah "SURGA ADA DITELAPAK KAKI IBU" memang cukup banyak serta amat beragam pendapat yang di uraikan .. terkadang hal ini TEROBSESI dengan KEBENARAN diri sendiri .. Tanpa memikirkan atau memaknai akan istilah tersebut dengan wawasan yang luas dalam makna yang sesungguhnya .. Xixiixixixiixixixi ..

Dan menurut pemikiran "WONG MBLADUS" .. Wong sing "ORA NDUWE UNGGAH UNGGUH" .. Lan "WONG PENDOZA" iki .. Sekedar ngomong "SAK GLUMIT" angger JEPLAK melalui postingan "SALAH SAMBUNG" ..

Seberapa banyak kita bisa membalas JAZA ataupun PERJUANGAN seorang "BUNDA" yang melahirkan kita ..
Sudah pantaskah apa yang kita bingkiskan pada "BUNDA" bisa mengganti segala PENGORBANAN yang pernah dilakukannya ...
Terkadang diantara kita salah MENAFSIRKAN untuk membalas JAZA, PERJUANGAN dan PENGORBANAN .. Walau diberikan harta melimpah ruah ..
Walau di suguhkan dengan segala FASILITAS yang TERISTIMEWA ..
Apakah hal tersebut bisa menggantikan semuanya .. ?!? ..
Yang PASTI, semuanya itu tidak pernah CUKUP untuk menggantikan walau hanya dibandingkan dengan "SETETES AIR MATA BUNDA" yang pernah jatuh dan membasahi BUMI.

Se BOBROK .. se BEJAT .. se HINA .. se CULAS .. atau se RENDAH apapun kedudukan "BUNDA" di pandangan kalayak umum ..
Sesungguhnya si "ANAK" tidak di IJINKAN memberikan HUKUMAN apapun pada wanita yang pernah mengandung apalagi yang pernah melahirkannya ..
Segala sifat BURUK apapun yang di sandang oleh seorang "BUNDA" .. Akan tetapi dia tak akan pernah menyuruh ataupun "MENDOAKAN" agar anak-anaknya mengikuti segala langkah yang di tempuhnya ..

Teruntuk STATUS BUNDA .. sesungguhnya tak pernah tergantikan KEDUDUKAN nya oleh siapapun .. Walau diluar dari diri seorang "BUNDA" sudah menanamkan JAZA yang teramat besar dalam hidup si anak ..
KEDUDUKAN serta POSISI BUNDA tetap memjadi yang UTAMA dalam kelangsungan hidup si ANAK ..
HORMATI IBU mu, IBU mu, IBU mu lalu BAPAK mu ..

PENGORMATAN 1
Ingatlah saat kita berada kurang lebih selama 9 bulan 10 .. Dimana kita bersemayam dalam rahim seorang BUNDA .. Memakan sari pati yang di makan oleh BUNDA ..
Betapa sengsaranya seorang BUNDA yang menanggung itu semua ..

PENGORMATAN 2
Ingatlah saat seorang BUNDA melahirkan kita .. Entah dengan kelahiran NORMAL, MEDIS atau NON MEDIS .. BUNDA siap mempertaruhkan NYAWA nya demi seorang ANAK ..
Kalau memang ada resiko yang di tanggungnya .. Dan bila diharuskan serta memiliki 1 pilihan dalam 2 nyawa .. Yang pasti, Sang BUNDA siap memilihnya dan menyediakan pengorbanan NYAWAnya .. Demi untuk HIDUP si anak ..

PENGORMATAN 3
Pernahkah kita membayangkan akan waktu yang tersita saat BUNDA merawat kita dikala BAYI ..
Di waktu malam, enak enaknya semua beristirahat, BUNDA harus bangun untuk MENYUSUI atau membuat susu untuk anaknya .. Melihat kondisi anaknya .. Serta menenangkan atau menidurkannya kembali ..

Disamping uraian diatas, SURGA ADA DI TELAPAK KAKI IBU juga memiliki atau mengandung pitutur (nasehat) diri yang teramat jelas dan seyogiannya harus bisa cerminkan dan dilakukan sebagai anaknya dalam setiap waktu.
Dalam wujud dan kenyataan yang ada, TELAPAK KAKI posisi ada di bawa.
Dengan demikian sudah sudah seharusnya sebagai seiranh ANAK saat menghadapi orang tua. "PANDANGAN"nya seharusnya berada dibawa dari orang tua terutama pada BUNDA.

Dan PANDANGAN itu sendiri mencangkup beberapa hal ..
Entah "PANDANGAN" secara langsung saat bertemu atau berbicara ..
"PANDANGAN" tentang POSISI orang tua baik di kalangan keluarga dan masyarakat ..
"PANDANGAN" tentang kemampuan orang tua saat berjuang demi keluarga dan "PANDANGAN" lainnya.

PEBGHORMATAN untuk BAPAK
Ingatlah akan pejuangan dan pengorbanannya .. Semua demi kelangsungan keluaraga (isteri dan Anak) ..
Dia tidak memikirkan waktu, keadaan ataupun resiko .. Yang terpikirkan hanyalah .. Bagaimana keluarganya .. Khususnya anaknya .. Agar tidak sampai kekurangan ...

SESUNGGUHNYA ..
Tugas orang tua menjaga amanah yang memang sudah TerAMANAHkan .. Semenjak mulai dalam kandungan, dilahirkan, di beri pendidilan sampai si "ANAK" di carikan JODOH ..
Akan tetapi .. ?!? ..
MENGAPA .. dikala orang tua menikmati akhir dari AMANAH yg sudah di tetapkan .. Justru di bebani lagi dengan hal yang lainnya ..
Terutama hanya untuk mengasuh CUCU (PUTU / putusan) ..  Triiiiiiink .. Triiiiiiink ..

Senin, 21 Agustus 2017

MENCARI JATI DIRI

Banyak sekali cara dan beragam untuk mencari wujud dari JATI DIRI ..
Entah itu dengan cara ..
- MEDITASI di tempat yang SEPI atau RAMAI ..
- SENDAKEP mencari kebenaran diri sendiri ..
- GULUNG GULUNG ditempat tertentu yang katanya ber AURA  ..
- JUNGKAL JUNGKEL waktu pagi, siang, sore atau malam ..
- NYUNGSEP ditempat seseorang yang memiliki ke ILMU an ..
- NDLOSOR mengikuti aliran dan ajaran yang bersymbolkan RELIGIUS ..

Thoooo semua itu tetap dalam tahapan belajar atau menjalankan TEORI yang belum tentu AL HASIL ..
Kalau memang tidak di dasari atau di tunjang dengan PENGENALAN KEPEMILIKAN pada diri kita sendiri ..

Padahal SANG PEMBERI HIDUP .. sebenarnya sudah MEMAKNAI semuanya dan apa yang sudah di limpahkan pada diri kita ..
Sesungguhnya, apa yang tertuang dibait atas dalam wujud PENCARIAN JATI DIRI memang sesungguhnya langkah LANJUTAN atau langkah ke DUA ..
Dan yang pasti langkah PERTAMA itulah yang seharusnya di tempuh terlebih dulu ..
Agar ketika kita menempuh langkah ke DUA .. kita tidak sampai salah ARAH dan tujuan ..

BERCERMIN DIRI itulah sesungguhnya langkah PERTAMA yang seharusnya di lewati terlebih dulu ..
Dengan bercermin, kita sesungguhnya mengetahui akan WUJUD diri kita (apa yang kita miliki saat ini .. mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki), KARAKTER, POSISI, KEKURANGAN dan KELEBIHAN ..
Kalau memang semua sudah di pahami .. yang pasti langkah KELANJUTAN akan "NELUNYUR" alias LANCAR JAYA .. kwkwkwkwkwkwkwkwkwk .

INI HANYA STATS WONG "MBLADUS" LAN SEDIKIT SOPLAK .. LEBIH BAIK DI ABAIKAN KALAU MMG G MAU TERJERUMUS NANG BLETOKAN .. triiiink .. triiiiiiink ..

Minggu, 20 Agustus 2017

MIKUL DHUKUR MENDEM JERUH

Terispirasi dari pesan kuno, pesan ORANG TUA kepada anak-anaknya "ISO'O MIKUL DHUKUR MENDEM JERUH" ..

Sesungguhnya makna dalam kupasan pesan tersebut amatlah JELAS, dimana si ORANG TUA senantiasa mengharap agar benih yang terwujud dari RASA CINTA, KASIH dan SAYANG bisa menjadi anak yang berbakti pada kedua ORANG TUA (khususnya), AGAMA dan MASYARAKAT.

Tapi terkadang sebagai ORANG TUA yang merasa melahirkan, menjaga, mendidik serta menafkahi (memelihara) .. Baik itu dari segi matriil ataupun sprituil .. Justru ingin MENGUASAHI diri si ANAK .. Baik dari KEPRIBADIAN maupun PEMIKIRAN.
Terkadang si ORANG TUA menjejali dengan segala masukan yang tercetus dari ke EGO an diri .. Tanpa mau memberi kesempatan pada si ANAK untuk berpikir secara MANDIRI .. Dan mencari nilai BENAR atau SALAH .. Pada masalah yang terjadi dalam rangkaian cerita hidup yang TERALAMI.

Bukankah BENIH yang terlahir yang di sebut ANAK itu merupakan sebuah AMANAH .. ?!? ..
Akankah pantas sebagai AMANAH harus dikotori dengan hal yang menyangkut kepentingan PRIBADI yang membuat si ANAK terbelenggu dengan DENDAM dan SAKIT HATI.

Bukankah "MIKUL DHUKUR" itu juga menyimpan makna dan bertujuan untuk mengangkat DERAJAT kedua orang tua dari prilaku yang di cerminkan oleh si ANAK.
Dan bukankah "MENDEM JERUH" itu juga bermakna sebagai perendam dari ke EGO an .. Sebagai ungkapan kata "MAAF" untuk keseluruhan .. Khususnya untuk PRILAKU ORANG TUA yang terkesan SALAH .. Karena hal tersebut sebenarnya bukan HAK si anak untuk MENYALAHKAN nya .. Tp justru si ANAK harus bisa MENDO'AKAN .. Do'a terbaik teruntuk kedua ORANG TUA nya ..

Sekedar SARAN MBLADUS ..
Percuma ae laaaah .. Ole e BELAJAR GETUH .. belajar keagamaan lan filsafat sak kranjang bek .. Opo maneh sampek kelek kemeringet .. Bathuk sampek ngecap ireng .. Lan Selakangan sampek jamuren .. Thooo ora isok mosisino ngendi lungguhe ANAK lan ngendi lungguhi WONG TUO .. Kui sing salah KITAB e, GURU ne opo MANUNGSO e .. mbuuuuh di pikir dewe-dewe ae ..