- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Kamis, 07 Juni 2012

MAKSUD "CAH ANGON, CAH ANGON"

Kata "Cah Angon" mempunyai arti "Anak gembala". Dimana si anak gembala harus bisa menjaga dan memelihara apa yang di gembalakan, agar yang digembalakan menurut dan mematuhi apa yang menjadi kehendak si gembala dan tidak melakukan kehendaknya sendiri, hingga dapat merugikan bagi si gembala itu sendiri maupun pada yang lain.


Kata "Cah Angon" disebut 2 (dua) kali, itu berarti mengandung unsur penekanan dengan adanya "perintah" yang penting, dan perintah ini harus segera dilaksanakan tanpa ada penundaan ataupun menunggu tenggang waktu. Disamping itu, dalam penekanan kata-kata tersebut mengandung amanah yang tersimpan.

Perintah itu adalah untuk melakukan tugas yang mulia, dimana tugas itu juga merupakan kewajiban bagi setiap insan yang hidup di dunia ini, yaitu "Peneken Blimbing Kuwi". Dalam hal ini yang diperintah adalah si "Cah Angon" atau si "gembala".

Disebut gembala, sudah pasti ada yang di gembalakannya. Disini yang di sebut si gembala adalah insan (manusia). Dan yang di gembalakan adalah segala bentuk nafsu yang berada di diri insan itu sendiri.

Sudah menjadi kodrat dan kehendak NYA. Kalau setiap insan yang hidup di dunia ini memiliki nafsu, hal ini sudah sepantasnya menjadi perenungan dan titian perjuangan bagi setiap insan. Agar kemenangan yang insan dapat akan membawa manfaat dalam memupuk atau membentuk benteng iman yang kokoh.

Tidak dapat dipungkiri dengan adanya nafsu pada diri insan, secara tidak langsung insan juga akan mengalami perkembangan dan kemajuan, ini juga tergantung dari porsi pada masing-masing insan yang mengembalakan nafsu-nafsunya. Dan bila nafsu-nafsu itu tidak di gembalakan, sudah pasti akan merusak aturan dan tatanan, dan bertindak sekehendaknya sendiri. Bisa melakukan maksiat dengan bebas, tanpa ada batas maupun tanpa ada rasa takut. Hal ini terjadi karena tidak ada yang mengembalakan (angon).

Diri pribadi insan itu sendiri merupakan si pengembala yang baik, dimana sejak terlahir dan merasakan nafas hidup, insan sudah diberi bekal yang istimewa dibandingkan makluk lain yang juga cinptaanNYA.


MAKSUD "PENEKEN BLIMBING KUWI"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar