- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Kamis, 29 September 2011

AR RAHIIMU

AR  RAHIIMU
Titian rangkaian perenungan yang hamba untai ini ..
Semakin lama semakin membuat hamba makin tertunduk ..
Dimana kesadaran hamba mengkoyak tajam dalam rasa.
Membuat hamba makin merasa rendah dengan keterbatasan.

Selasa, 20 September 2011

AR - RAHMAN

MAHA  PENGASIH
Terasa belum cukuplah bagi hamba .. !?! ..
Bila hamba hanya sekedar mengucap puji syukur dalam do'a.
Sedangkan hamba kurang bisa menikmati apa yang hamba dapat.
Semua ini hanya karena ketololan hamba .. !?! ..
Yang tak bisa menyimak apa yang Engkau limpahkan.
Semua ini hanya kebodohan hamba .. !?! ..
Yang tak mengerti akan jalan terbaik yang Engkau berikan.

Terasa kurang lengkaplah bagi hamba .. !?! ..

KALIMAT BASMALAH

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM
Dengan menyebut Asma Allah yang Maha pengasih dan Maha Penyayang.Ijinkan hamba .. !?! ..
Untuk mengungkap isi hati hamba untuk menganggungkan Asma-Mu.
Ijinkan hamba .. !?! ..
Memaknai Asma lain dari Asma kebesaran-Mu (Asmaul Husna).
Ijinkan hamba .. !?! ..
Untuk membingkiskan kata bermakna ..
Untuk sahabat-sahabat hamba yang senantiasa mengharap keridhoan-Mu.

Yaa Allah .. Yaa Rabb ..
Hamba tahu akan kedudukan hamba di hadapan-Mu.

Minggu, 11 September 2011

MAKSUD "TAK SENGGUH PENGANTEN ANYAR"

Kata “Tak sengguh penganten anyar” Atau juga : Disebut penganten baru, ini juga berarti : sedang mendapatkan sesuatu yang baru, yang berkenan di hatinya.
Suka dan senang, senantiasa bergayut pada diri insan yang mengalaminya, baik itu yang meresap dalam hati maupun perasaannya.

Selasa, 06 September 2011

MANFAAT MADU BAGI ANAK BALITA

Salah satu minuman yang di gemari oleh nabi adalah madu. Minuman manis ini ternyata mengandung banyak khasiat dan manfaat.
Hasil penelitian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor menyebutkan bahwa mengkonsumsi madu secara teratur setiap hari akan, dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek).
Sekaligus madu juga dapat memperbaiki nafsu makan pada balita.
Penelitian ini dilakukan pada pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang menderita Kurang Energi Protien (KEP).
Sample penelitiannya sendiri diambil dari 51 balita usia 13 - 36 bulan. Artinya, madu sangat baik, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

MANFAAT KURMA YANG MENTAH DAN MATANG

Buah kurma yang belum matang, bisa dijadikan obat untuk menghentikan penyakit diare dan sembelit. Buah kurma ini secara aktif dipergunakan untuk proses pembakaran (metabolisme), menghentikan pengeluaran darah (hemophilla), dan dapat menguatkan ginjal yang lemah, menghentikan batuk yang sudah akut, sakit dada, membersihkan dahak, menimbulkan darah kuat dan menghilangkan rasa sakit pada punggung.
Sedangkan buah kurma yang matang, dapat menguatkan otot-otot rahim dan mengatur disiplin kerja otot.

BEBERAPA VITAMIN PADA SEPOTONG KURMA

Buah kurma mengandung vitamin 'A' yang berkadar tinggi, dan menyamai kadar yang terdapat pada minyak ikan dan keju. Diantara manfaat vitamin 'A' adalah dapat menjaga mata agar tetap basah (lembab) dan berkilau, menguatkan otot-otot penglihatan , mencegah kekeringan pada pelupuk mata, rabun mata, dan kekeringan kulit.
Buah kurma juga mengandung vitamin B1 dab B2 yang membantu menguatkan otot-otot dan melenturkan pembuluh-pembuluh darah, sehingga bisa terhindar dari kondisi sembelit dan kronis.

KURMA MEMBUAT HATI TENANG DAN TENTRAM

Dr. Muhammad Hasyim dalam kitab 'Al-Adawiyah wa Al-Qurany' menyebutkan bahwa buah kurma dapat mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi hati.
Menurutnya, kurma juga bisa menenangkan kondisi hati yang resah, gelisah dan gugup yang di akibatkan oleh aktivitas kelenjar gondok yang membenjol di bagian depan leher ketika naik pengeluarannya.
Sejumlah dokter juga menyarankan agar seiap anak yang mudah gugup aga di beri makan buah kurma antara 3-9 buah setiap pagi.

PENGARUH MENDENGARKAN LANTUNAN AL-QUR'AN

Mendengarkan lantuna ayat-ayat suci Al-Qur'an sungguh sangat bermanfaat dan sangat berpengaruh sekali pada unsur kejiwaan seseorang. Orang yang mengalami gejalah 'stres' bisa sembuh dan bisa terobati.
Sebuah studi di sebuah universitas di washington menyebutkan, bahwa 65 persen eksperimen yang mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap gejala 'stres'.
Sedangkan pada bacaan-bacaan lain selain AL-Qur'an, semisal buku bacaan novel, majalah, koran, dan lain sebagainya, hanya memiliki pengaruh 35 persen saja untuk menghilangkan gejala 'stres'.

PUASA MENYINGKIRKAN KUMAN DI TUBUH

Dr. Robert bertolio, seorang dokter asal jerman, menyebutkan , bahwa puasa selama satu bulan dapat dijadikan sebagai media yang dapat menyingkirkan kuman-kuman tubuh seseorang.
Diantaranya adalah kuman-kuman "Zuhri" yang memiliki kandungan unsur-unsur yang bisa merusak sel-sel dalam tubuh . Dengan menjalankan puasa, struktur sel-sel yang rusak tadi bisa tumbuh kembali.
Dr. Blair Charneber bahkan menyatakan bahwa puasa satu bulan penuh bisa menjadikan pondasi kehidupan yang lebih kuat.

D O R A N

DORAN yang artinya : "DO-nga marang pange-RAN" atau juga "Berdo'a kepada Allah".
Maksudnya : sebagai insan yang di beri nafas hidup. Sudah seharusnya insan selalu melantunkan do'a, untuk memohan dan meminta kepada Nya, karena Dialah Maha Menerima akan do'a seluruh insan.

B A W A K

BAWAK yang artinya "o-BA-hing a-WAK atau Geraknya Tubuh ..
Maksudnya : sebagai insan yang diberi hidup, sudah wajib bagi mereka untuk menggerakan tubuh agar menjadi sehat.

P A C U L

PACUL yang artinya : "ngi-PA-take barang kang mun-CUL" yang maksudnya membuang bagian yang 'mendugul' (semacam benjolan yang tidak rata di atas tanah). Sifatnya untuk memperbaiki.
Sebagai umat Islam yang memiliki wadah dan memiliki nilai kesempurnaan, sudah seharusnya kita selalu berbuat baik pada setiap insan lain tanpa memandang apapun.

MAKSUD "TAK IJO ROYO-ROYO"

Kata "Tak ijo royo-royo" itu mangandung arti : di buat tumbuh subur dan berkembang dengan daunnya hijau segar penuh keteduhan. Dan dapat membawa manfaat bagi insan lainnya.

MAKSUD "TANDURE WUS SUMILIR"

Kata "Tandure wus sumilir" mengandung maksud : benih yang ditanam sudah mulai tumbuh.
Yang dimaksud "benih" disini adalah benih "Iman". Yang Sudah barang tentu, Iman ke-Islaman yang tersimpan pada diri insan semenjak mereka terlahir di muka bumi ini.

MAKSUD "LIR-ILIR, LIR-ILIR"

Kata "Lir-ilir" berasal dari kata "ngililir" (bahasa jawa) yang artinya bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Atau tersadar kembali, "Sadar kembali dari kerterpurukan". Dimana pencerminan yang dulu, tak di dasari oleh iman dalam keislaman.

WEJANGAN DIBALIK TEMBANG "ILIR-ILIR"

Untaian tembang "Ilir-ilir" yang di ciptakan oleh "SUNAN KALIJAGA" atau "RADEN SAID". Pada dasarnya mengandung wejangan (Nasehat) yang amat dalam dan amat bermanfaat bagi insan yang menempuh jalur hidup. Disamping mengandung nasehat yang amat tinggi, tembang "Ilir-ilir" juga berguna menciptakan atau mewujudkan Iman yang sesungguhnya. karena disetiap baitnya, mengandung makna terdalam.

Pencerminan dalam tembang "Ilir-ilir" tersebut, tak lain tak bukan hanya untuk menjadikan seseorang agar bisa menjadi muslim yang baik. Yang bisa mewujudan melalui pencerminan sebagai insan yang sejati.
Semua yang tersirat dalam tembang "Ilir-ilir", merupakan anjurkan untuk menjalan amanah yang ditetapkan oleh-Nya. Atau juga merupakan suatu ajakan untuk menjadi orang Islam yang baik. Yang mematuhi segala titah yang diperintah oleh-Nya.

Bila di renungkan secara mendalam apa yang tersirat dari suratan tembang "Ilir-ilir", akan ditemukan kunci dasar yang menjadi rumusan untuk menentukan langkah yang lebih baik dan yang akan di ridhoi oleh-Nya.
Dan secara global ada beberapa perenungan dalam tembang "Ilir-ilir" yang bisa disimak dan dikupas :
  1. Bait pertama, mulai bangkitnya Imam Islam.
  2. Bait kedua, merupakan perintah untuk melaksanakan kelima Rukun Islam.
  3. Bait ketiga, bertobat, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Kesemuanya untuk bekal kelak bila mati.
  4. Dan bait selanjutnya punya arti yang menyimpulkan "mumpung" ada kesempatan baik.

 MAKSUD "LIR-ILIR, LIR-ILR"

SENYUM NABI BERSAMA AL-HUSAIN

RASULULLAH SAW senantiasa diharapkan oleh banyak orang karena pribadi beliau yang sangat utuh dan sempurna. Kasih sayangnya dapat dirasakan oleh semua makhluk Allah. Belaian kasih sayangnya terasa menyejukan nrani anak-anak.
Bahkan, kasih sayang Rasulullah SAW terhadap anak-anak melebihi kasih sayang bapak-bapak pada umumnya yang ada di Madinah. Kelembutan beliau terhadap anak kecil terkadang cukup mengherankan para sahabat.
Meskipun Rasulullah SAW adalah seorang Nabi sekaligus Rasul, itu tidak menjadikan beliau jauh dari anak-anak. Justru kesukaan beliau dengan anak kecil menjadikan beliau sering tampak bergurau dengan mereka, bagaikan sahabat lama yang baru berjumpa.

Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Rasullah SAW pergi bersama para sahabat untuk menghadiri suatu undangan jamuan makan. ketika mereka sedang berjalan, beliau melihat cucunya, Al-Husain, sedang bermain-main dengan teman-teman sebayanya. Maka, Rasullah SAW pun meluangkan waktu sebentar sekedar untuk bercanda dengan Al-Husain.

Beliau mendekat dan berusaha memegang cucunya. Namun, Al-Husain menghindar menjauhi beliau. Rasullah bertambah penasaran. Dikejarnya Al-Husain, hingga tertangkap. Setelah Al-Husain terpegang tangannya, beliau pun merasa puas. Diciumnya Al-Husain berulang-ulang dengan gemasnya hingga dada Rasullah terasa lega. setelah itu, beliau tersenyum dengan senyum yang menyiratkan kebanggaan dan kasih sayang mendalam.

Melihat kejadian itu, para sahabat pun merasa heran. Ternyata sedemkian besarnya kasih sayang Rasullah SAW terhadap anak kecil. Maka, beberapa diantara mereka pun berkata, "Rasullah SAW memperlakukan cucunya sedemikian sayangnya. Demi Allah, aku juga punya anak, tetapi aku belum pernah menciumnya." Saat mendengar ucapan sahabat ini, Rasullah SAW lalu berkata kepadanya, "barang siapa tidak mengasihi, maka ia pun tidak akan dikasihi."

Pedoman pendidikan yang dikemukakan oleh Rasullah SAW dalam kejadian diatas itu merupakan sebuah contoh nyata bagi orang tua, bagaimana mengasihi dan menyayangi putra-putrinya. Sebab, anak itu senantiasa membutuhkan perhatian orang tua untuk menjaga kestabilan pertumbuhan jiwanya.

SENYUM NABI KETIKA MENGENALI HINDUN

Jika kita tengok sejarah kehidupan Nabi Muhammad Rasulullah SAW, tentu kita teringat pula dengan sosok perempuna yang satu ini. Kiprahnya dalam dunia kejahatan terhadap kaum Muslimin setara dengan kejahatan suaminya, Abu Sufyan bin Harb. Dialah Hindun binti Uthbah. Mungkin tidak melalui tenaga dan pikiran Hindun Hindun hampir tiap hari berkeliling untuk memprovokasi perempuan-permpuan Quraisy untuk memusuhi Islam.
Akan tetapi, kejahatan yang paling sadis dan paling dikenal dalam sejarah Islam ialah ketika ia membedah jantung HAMZAH, korban Perang Uhud dan memamah-mamah jantung dan hatinya.

Ketika Allah memenuhi janji-Nya untuk memenangkan kaum Muslimin dalam Fathu Mekah, tidak ada seorang pun dari penduduk Mekah kecuali mereka masuk Islam. Yang masih kerap bertahan dengan kekafirannya melarikan diri entah kemana karena takut pembalasan dendam dari kaum muslimin.
Penaklukan Kota Mekah oleh kaum Muslimin yang terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah berlangsung mulus tanpa pertumpahan darah.
Sebab, ketika melihat keagungan pasukan Muslimin, orang-orang kafir Quraisy merasa ketakutan dengan sendirinya.
Mereka baru mengetahui kehebatan pasukan Islam yang membawa kebenaran. Sebab itulah mereka tidak punya pilihan lain kecuali menyerah dan masuk Islam.

Akhirnya, mereka berbondong-bondong menghadap Rasulullah SAW. untuk menyatakan masuk Islam serta bersumpah setia kepada beliau. beramai-ramai mereka berbaiat kepada Rasulullah SAW yang ketika itu berada di Shafa.
Sementara itu, Umar Ibnu Khathab berada di dekat beliau, memegang tangan orang-orang yang berbaiat. Mereka menyatakan sumpah setia kepada Rasulullah SAW. untuk taat dan tunduk terhadap ajaran agama Islam.
Di dalam kitab Al-Madarik diriwayatkan sebagai berikut. Rasulullah SAW membaiata kaum laki-laki dengan memegang tangan mereka (bersalaman), dan beliau membaiat kaum perempuan dengan tidak memegang tangan mereka.
Sebab, Rasulullah SAW. tidak bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrimnya. beliau membaiat para perempuan itu untuk tunduk kepada perintah beliau dan menyampaikan papapun yang berasal dari beliau.

Pada saat baiatberlagsung, diam-diam muncullah Hindun binti Uthbah dalam mejelis itu. Ia datang dengan sembunyi-sembunyi karena masih merasa takut kehadirannya akan di ketahui oleh Rasulullah SAW. Hindun menghindari bertemu muka dengan Rasulullah SAW. karena teringat akan kejahatannya yang menyayat-nyayat tubuh Hamzah, paman Rasulullah SAW dalam perang Uhud.
Setelah orang yang hendak di baiat berkumpul semua, Rasulullah SAW. berkata, "Aku membaiat kalian untuk tidak menyekutukan sesuatu apa pun kepada Allah".
Selanjutnya Umar mengulang membaiat mereka untuk tidak menyekutukan sesuatu apa pun kepada Allah. Rasulullah SAW. lintas berkata lagi, "mereka tidak mencuri".

Tiba-tiba Hindun muncul dan berkata, "Sesungguhnya Abu Sufyan ialah orang yang kikir. Bagaimana jika aku mengambil sedikit dari hartanya ??" Abu Sufyan yang mendengar ucapan Istrinya langsung berkata. 'Apa yang engkau ambil semuanya halal bagimu".
Ketika mendengar ucapan suami isteri yang baru saja bertobat itu, Rasulullah mengembangkan senyumannya. Dari situlah beliau mengenali siapa perempuan yang menyela baiatnya tadi. Maka teringatlah Rasulullah SAW dengan perbuatannya memamah jantung hati pamannya.
Beliau lantas bertanya, "Benarkah engkau yang bernama Hindun ?!?".
Hindun menjawab, "Benar, akulah perempuan yang bernama Hindun". lalu ia berkata lagi, "Wahai Nabi Allah, Ampunilah kesalahanku yang telah lampau. Niscaya Allah akan mengampunimu pula".

Tanpa mengomentari ucapan Hindun, Rasulullah meneruskan baiatnya, "mereka tidak boleh berzina". Hindun lantas bertanya, 'Apakah ada perempuan merdeka yang berzina ?!?". Rasulullah SAW melanjutkan, "Mereka tidak boleh membunuh anak-anak". Hindin berkata, "Kamilah yang mengasuh mereka. Tetapi, setelah mereka besar, kalianlah yang membunuhnya".
Saat mendengar kelakar Hindun yang kedengarannya lucu itu, sahabat Umar tertawa terpingkal-pingkal sampai badannya terguncang karena merasa geli mendengarnya. Sedangkan Rasulullah SAW hanya tersenyum. Kita tahu bahwa anak Hindun yang bernama Hanzahalah mati terbunuh dalam Peran Badar.

Rasulullah SAW bersabda, "Mereka tidak boleh berbuat dusta". Lagi-lagi Hindun mengomentari, "Demi Allah, dusta adalah perkara yang amat buruk, sedangkan engkau tidak menyuruh kami kecuali kepada petunjuk dan akhlak mulia".
Rasulullah SAW bersabda lagi, "Mereka tidak boleh mendurhakai aku dalam perkara yang makruf".
"Demi Allah !! kami tidak duduk di tempat ini, sedangkan di dalam relung hati kami ada niat untuk mendurhakai engkau". Ujar Hindun lagi.
Setelah selesai berbaiat, Hindun pulang kembali ke rumahnya. Di rumahnya ia merobohkan semua patung-patung yang dulunya ia sembah-sembah. Dengan kemarahan yang meluap ia berkata dengan keras, "Dulu kami terpedaya olehmu".
Rasulullah SAW. tersenyum karena mendengar perkataan Hindun yang bernada kesal namun jenaka, sehingga Umar yang mendengarnya juga turut tertawa terpingkal-pingkal sampai badannya terlentang.

SENYUM NABI BERSAMA ANAS BIN MALIK

Anas bin Malik merupakan orang kepercayaan Rasulullah SAW di dalam rumah tangga. Bisa dikatakan dalam istilah zaman sekarang Anas bin Malik merupakan manajer beliau. Apa saja yang beliau perlukan, Anas bin Maliklah yang menanganinya.
Hubungan Anas bin Malik dengan Rasulullah SAW bukan sekedar seorang budak dengan majikan. Ibu Anas bin Malik yang dulu menyerahkan sendiri puteranya supaya hidup dalam lingkungan keluarga Rasulullah SAW dan selalu dalam perlindungan beliau. Hubungan Rasulullah SAW dengan Anas pun amat baik, bahkan akrab. Sesekali jika Rasulullah SAW menginginkan tenaganya untuk mengerjakan sesuatu, Anas pura-pura menolak untuk menggoda hati beliau. Begitulah kelakuan Anas sekadar untuk bergurau dengan beliau. Dan beliau pun sering mencandai Anas. jadi, hubungan yang terjadi antara Rasulullah SAW dan Anas bukan sekadar pembantu dan majikan, melainkan hampir menyerupai teman atau sahabat.

para sahabat yang menjadi tetangga beliau paham betul akan ciri khas Rasulullah SAW ini. mereka mengetahui kepribadian Rasulullah SAW yang demikian agung dan anggun. Dalam hubungan dengan siapa pun beliau senantiasa menampakkan wajah keceriaannya, termasuk dengan pembantunya. Beliau jarang menegur apalagi samapai memarahi pembantunya jika melakukan kesalahan dalam pekerjaan. Dalam hal ini Anas bin Malik pernah bercerita, "Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaknya. Pada suatu hari beliau pernah mengutusku untuk suatu keperluan. Mendengar permintaan beliau ini, aku mengatakan kepada beliau bahwa demi Allah, aku tidak akan pergi". Namun dalam hatiku, aku akan pergi melaksanakan perintah beliau tersebut.

Kemudian aku keluar berjalan hingga melewati kerumunan anak-anak yang sedang bermain di tengah keramaian pasar. Tiba-tiba Rasulullah SAW sudah berada dibelakangku. ketika aku menolehkan kepalaku, kutemukan seulas senyum menyejukkan dari bibir beliau. lalu beliau bertanya kepadaku, 'wahai Anas, apakah engkaa mau pergi sebagaimana yang aku perintahkan?'. lantas aku menjawab, "Benar, ya Rasulullah,m aku segera berangkat".
Memang benar, selama sembilan tahun aku membantu beliau, belum pernah beliau itu mengomentari pekerjaan yang aku lakukan. beliau juga tidak pernah mencela sesuatu kepadaku, Demi Allah, beliau belum pernah berkata, 'Cih ..'. kepadaku.

ETIKA CARA BERDO'A

"Jangan sekali-kali kamu mendo'akan hal-hal buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu, karena khawatir do'a kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan do'amu". (HR. Muslim).


1.      TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERDO'A HENDAKNYA MEMUJI KEPADA ALLAH, KEMUDIAN BERSHALAWAT KEPADA NABI ....
Rasulullah saw. pernah mendengar seorang lelaki sedang berdo'a didalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi.
Kemudian Nabi bersabda kepadanya, "Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat, apabila Anda selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdo'alah". (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

SENYUM NABI KARENA ULAH NU'AIMAN

NU'AIMAN bin Amru, salah seorang sahabat Anshar yang sering sekali mengerjai teman-temannya dan para sahabat lain. Karena sering mengerjai orang, dia juga sering dikerjai sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang lain.
Demikian halnya dengan Rasulullah SAW. Beliau sering dikerjai oleh Nu'aiman dan menjadi sasaran langsung lelucon mereka, karena mereka tahu kalau Rasulullah itu bukanlah pendendam dan beliau tidak akan marah dengan ulah merekah. Dan mungkin justru beliau menyukai lelucon itu dan bisa tersenyum geli melihat tingkah laku mereka.

Nu'aiman bin Amru merupakan salah seorang sahabat yang sering mengerjai Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai bahan leluconnya. Hal ini berarti keakraban dan keramahan Rasulullah SAW dengan para sahabatnya sangat terjaga, sekaligus membuktikan bahwa beliau dapat menerima lelucon tersebut.
Suatu ketika Rasulullah sedang berada di masjid, ada seorang badui yang datang menemui Rasulullah di dalam masjid. Beberapa sahabat beliau ada yang melihat kedatangan orang badui tersebut. Maka timbul keisengan untuk memakai tangan tangan Nu'aiman dalam mengerjai Rasulullah.

Mereka segera berkata kepada Nu'aiman yang kebetulan sedang bersama mereka. Kata mereka, "Wahai Nu'aiman, bagaimana kalau kau sembelih saja unta badui itu, kemudian dagingnya kita makan bersama-sama ?!? Sebab kita sudah lama tidak makan daging unta. Nanti biar saja Rasulullah SAW yang membayar harganya". Tanpa pikir panjang, Nu'aiman pun menyetujui saja usulan teman-temannya itu tanpa memandang bahwa yang hendak di permainkan adalah Rasulullah, Nabi junjungan mereka. Maka di sembelilah unta itu.

Ketika orang Badui itu keluar dari masjid, alangkah terkejutnya dia melihat untanya sudah terkapar tak berdaya di tanah. Darah segar masih berceceran di sekitarnya. Seketika itu ia berteriak, "Ya Muhammad, untaku telah disembelih orang".
Rasulullah SAW terkejut sekali ketika mendengar teriakan orang Badui itu. Langsung saja beliau keluar dari masjid. Di halaman masjid terlihat oleh beliau unta yang sudah mati disembelih, serta orang Badui yang sedang berdiri kebingungan. Maka, beliau segera bertanya kepada para sahabatnya, "Siapa yang melakukan penyembelihan unta orang badui ini ?!?".
Mereka menjawab, "Nu'aiman, ya Rasulullah !?! Kini ia sedang bersembunyi karena takut pada engkau".
Seketika itu pula, beliau segera mencari Nu'aiman yang tengah bersembunyi dengan mengikuti jejak-jejak kakinya. Jejak kakinya menunjukkan bahwa Nu'aiman bersembunyi di sekitar rumah Zubair bin Abdul Muththalib. Dan benarlah dugaan Rasulullah.
Rupanya Nu'aiman bersembunyi di sekitar rumah tersebut. Ia masuk ke sebuah lubang yang pintunya ditutupi dengan pelepah daun kurma.

Karena tahu bahwa Rasulullah saw. Mencari Nu'aiman, seorang warga yang melihatnya mengatakan, "Aku tidak melihatnya, ya Rasulullah !?! Tetapi, jari telunjuknya diarahkan ke tempat bersembunyian Nu'aiman.
Bergegas Rasulullah SAW menuju tempat persembunyian Nu'aiman. Disana beliau mendapat Nu'aiman berada dalam lubang. Kemudian beliau mengeluarkan Nu'aiman dan dari dalam lubang tersebut dan membersihkan wajah Nu'aiman yang berlumuran tanah.
Setelah membersihkan wajah Nu'aiman, beliau bertanya, "Apa yang mendorongmu untuk berbuat begitu, wahai Nu'aiman ?!?". Nu'aiman menjawab, "Yang memberitahukan Rasulullah itulah orang-orang yang menyuruh aku menyembelih unta badui tersebut. Bahkan, mereka mengatakan bahwa engkaulah nantinya yang akan membayar harga unta tersebut".

Rasulullah tersenyum geli mendengar alasan Nu'aiman. Setelah itu, kemudian beliau membayar ganti rugi pada pemilik unta tersebut. Seperti itulah ulah sahabat Rasulullah yang satu ini. Betapa repotnya terkadang Rasulullah meladeni tingkah laku para sahabatnya yang usil. Seperti yang dilakukan Nu'aiman, gara-gara kelakuannya, beliau harus rela mengeluarkan uang ganti rugi unta orang badui itu.
Meskipun demikian, Nu'aiman tetaplah sahabat yang tingkah lakunya konyol. Dan Rasulullah pun tetap membutuhkan lawakan dari Nu'aiman. Terkadang beliau berkata, "Pendengarkan kepada kami lelucon-leluconmu, hai Nu'aiman !?!".
Nu'aiman juga sering datang kepada Rasulullah saw. dan mengucapkan kata-kata yang membangkitkan senyum beliau.

RASULULLAH SAW

MUHAMMAD SAW adalah sosok manusia yang begitu mulia. Beliau adalah seorang nabi sekaligus rasul. Jika kita memandang sosok Rasulullah dari sisi kenabian atau bahkan melihat beliau sebagai seorang Rasul Allah, maka dalam benak kita tidak akan pernah terpikir bahwa Rasulullah gemar bersenda gurau bersama para sahabat beliau.
Dalam pandangan orang-orang biasa, Rasulullah adalah manusia dengan tingkat ketaatan kepada Allah begitu tinggi dan kekhusyu'an dalam beribadah. Sehingga dalam benak kita beliau sangat jauh dari hal-hal yang bersifat duniawi, dalam hal ini adalah senda gurau.

Jika kita memandang beliau dari sisi kemanusiaan, tentu Rasulullah sama halnya dengan manusia lainnya yang tidak lepas dari kejenuhan ataupun kepenatan dalam menjalani kehidupan. Beliau juga butuh 'refresh' pikiran dengan bersenda gurau bersama para sahabat.
Akan tetapi, kita jangan pernah beranggapan bahwa Rasulullah dalam bercanda tidak mempunyai batasan-batasan tertentu atau bahkan kelewat batas. Beliau merupakan insan kamil (manusia sempurna) yang dari sisi lain tidak sama dengan manusia biasa. Beliau tidak berkata kecuali yang benar (jujur).
Dalam sebuah riwayat, dikatakan, "Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar," (HR At-Thabrani).

Pada hakekatnya, bercanda itu dilarang atau tercela. Hanya kecil sekali yang di perbolehkan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini : "Janganlah kamu berbantahan dengan saudaramu dan janganlah kamu bersenda gurau dengannya" (HR. At-Tirmidzi). Memang benar adanya, jika berbantahan (adu mulut) akan merugikan dan menyebabkan sakit hati.
Akan tetapi, beda halnya dengan bercanda. Dalam kehidupan saat ini kita tak bisa lepas dari bercanda.
Dengan bercanda, justru akan terjalin keakraban. Asalkan tidak keterlaluan. Oleh karena itu, kita pun semestinya mencontoh Rasulullah. Gemar bercanda namun tetap dalam batasan tertentu, tidak berlebihan apalagi sampai menyinggung perasaan orang yang diajak bercanda atau pihak lain.

Bercanda yang dilarang agama ialah bercanda yang keterlaluan atau kelewat batas norma yang ada. Serta dilakukan secara terus terang. Karena, jika kebanyakan bercanda akan menyebabkan banyak tawa dan dikhawatirkan akan lepas kontrol dan justru akan menimbulkan kebencian serta menjatuhkan martabat diri dan kewibawa'an.
Dalam sebuah riwayat 'Abu Hurairah', bahwa para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau bercanda dengan kami", maka Rasulullah bersabda, "Miskipun aku bercanda dengan kalian, sesungguhnya tidaklah aku berkata melainkan kebenaran".
Maka dari itu, sudah selayaknya bagi kita yang gemar bercanda tidak menghilangkan batasan-batasan atau rambu-rambu dalam bercanda. Berkatalah yang benar, meskipun bercanda. Dan jangan pernah menyakiti hati orang lain.