- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Minggu, 10 Desember 2017

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

Sebenarnya apa dan bagaimana maksudnya .. ?!? ..
Apakah sebagai anak harus menciumi atau membasuh nya .. ?!? ..
Apakah istilah tersebut bisa berubah .. ??? ..
Dan apakah posisi IBU bisa di gantikan .. !?! ..

Istilah "SURGA ADA DITELAPAK KAKI IBU" memang cukup banyak serta amat beragam pendapat yang di uraikan .. terkadang hal ini TEROBSESI dengan KEBENARAN diri sendiri .. Tanpa memikirkan atau memaknai akan istilah tersebut dengan wawasan yang luas dalam makna yang sesungguhnya .. Xixiixixixiixixixi ..

Dan menurut pemikiran "WONG MBLADUS" .. Wong sing "ORA NDUWE UNGGAH UNGGUH" .. Lan "WONG PENDOZA" iki .. Sekedar ngomong "SAK GLUMIT" angger JEPLAK melalui postingan "SALAH SAMBUNG" ..

Seberapa banyak kita bisa membalas JAZA ataupun PERJUANGAN seorang "BUNDA" yang melahirkan kita ..
Sudah pantaskah apa yang kita bingkiskan pada "BUNDA" bisa mengganti segala PENGORBANAN yang pernah dilakukannya ...
Terkadang diantara kita salah MENAFSIRKAN untuk membalas JAZA, PERJUANGAN dan PENGORBANAN .. Walau diberikan harta melimpah ruah ..
Walau di suguhkan dengan segala FASILITAS yang TERISTIMEWA ..
Apakah hal tersebut bisa menggantikan semuanya .. ?!? ..
Yang PASTI, semuanya itu tidak pernah CUKUP untuk menggantikan walau hanya dibandingkan dengan "SETETES AIR MATA BUNDA" yang pernah jatuh dan membasahi BUMI.

Se BOBROK .. se BEJAT .. se HINA .. se CULAS .. atau se RENDAH apapun kedudukan "BUNDA" di pandangan kalayak umum ..
Sesungguhnya si "ANAK" tidak di IJINKAN memberikan HUKUMAN apapun pada wanita yang pernah mengandung apalagi yang pernah melahirkannya ..
Segala sifat BURUK apapun yang di sandang oleh seorang "BUNDA" .. Akan tetapi dia tak akan pernah menyuruh ataupun "MENDOAKAN" agar anak-anaknya mengikuti segala langkah yang di tempuhnya ..

Teruntuk STATUS BUNDA .. sesungguhnya tak pernah tergantikan KEDUDUKAN nya oleh siapapun .. Walau diluar dari diri seorang "BUNDA" sudah menanamkan JAZA yang teramat besar dalam hidup si anak ..
KEDUDUKAN serta POSISI BUNDA tetap memjadi yang UTAMA dalam kelangsungan hidup si ANAK ..
HORMATI IBU mu, IBU mu, IBU mu lalu BAPAK mu ..

PENGORMATAN 1
Ingatlah saat kita berada kurang lebih selama 9 bulan 10 .. Dimana kita bersemayam dalam rahim seorang BUNDA .. Memakan sari pati yang di makan oleh BUNDA ..
Betapa sengsaranya seorang BUNDA yang menanggung itu semua ..

PENGORMATAN 2
Ingatlah saat seorang BUNDA melahirkan kita .. Entah dengan kelahiran NORMAL, MEDIS atau NON MEDIS .. BUNDA siap mempertaruhkan NYAWA nya demi seorang ANAK ..
Kalau memang ada resiko yang di tanggungnya .. Dan bila diharuskan serta memiliki 1 pilihan dalam 2 nyawa .. Yang pasti, Sang BUNDA siap memilihnya dan menyediakan pengorbanan NYAWAnya .. Demi untuk HIDUP si anak ..

PENGORMATAN 3
Pernahkah kita membayangkan akan waktu yang tersita saat BUNDA merawat kita dikala BAYI ..
Di waktu malam, enak enaknya semua beristirahat, BUNDA harus bangun untuk MENYUSUI atau membuat susu untuk anaknya .. Melihat kondisi anaknya .. Serta menenangkan atau menidurkannya kembali ..

Disamping uraian diatas, SURGA ADA DI TELAPAK KAKI IBU juga memiliki atau mengandung pitutur (nasehat) diri yang teramat jelas dan seyogiannya harus bisa cerminkan dan dilakukan sebagai anaknya dalam setiap waktu.
Dalam wujud dan kenyataan yang ada, TELAPAK KAKI posisi ada di bawa.
Dengan demikian sudah sudah seharusnya sebagai seiranh ANAK saat menghadapi orang tua. "PANDANGAN"nya seharusnya berada dibawa dari orang tua terutama pada BUNDA.

Dan PANDANGAN itu sendiri mencangkup beberapa hal ..
Entah "PANDANGAN" secara langsung saat bertemu atau berbicara ..
"PANDANGAN" tentang POSISI orang tua baik di kalangan keluarga dan masyarakat ..
"PANDANGAN" tentang kemampuan orang tua saat berjuang demi keluarga dan "PANDANGAN" lainnya.

PEBGHORMATAN untuk BAPAK
Ingatlah akan pejuangan dan pengorbanannya .. Semua demi kelangsungan keluaraga (isteri dan Anak) ..
Dia tidak memikirkan waktu, keadaan ataupun resiko .. Yang terpikirkan hanyalah .. Bagaimana keluarganya .. Khususnya anaknya .. Agar tidak sampai kekurangan ...

SESUNGGUHNYA ..
Tugas orang tua menjaga amanah yang memang sudah TerAMANAHkan .. Semenjak mulai dalam kandungan, dilahirkan, di beri pendidilan sampai si "ANAK" di carikan JODOH ..
Akan tetapi .. ?!? ..
MENGAPA .. dikala orang tua menikmati akhir dari AMANAH yg sudah di tetapkan .. Justru di bebani lagi dengan hal yang lainnya ..
Terutama hanya untuk mengasuh CUCU (PUTU / putusan) ..  Triiiiiiink .. Triiiiiiink ..

Senin, 27 November 2017

PELEM

PiwEling kudu e sing kaLEM
(Nasehat seharusnya perlahan)
Banyak sekali corak dan warna dari wujud PERUMPAMAAN nasehat yang ditebarkan di sekitar kita.
Baik itu berupa BENDA, MAKANAN, TUMBUHAN ataupun HEWAN .. Semua menyimpan banyak PEMBELAJARAN yang teramat berharga. dan yang pasti tergantung dari SUDUT PANDANG pada diri masing-masing insan.
Disadari ataupun tidak hal tersebut (PEMBELAJARAN) senantiasa mengiringi perjalanan dalam merintis cerita hidup yang berlangsung.
Salah 1 nya pembelajaran NASEHAT pada buah mangga yang sudah masak atau "PELEM".
Walau di masa umur muda terasa kecut saat dimakan.
Akan tetapi, pada masa tua (masak) pasti ada rasa manisnya.
Semua itu juga tergantung dari jenis mangga yang di cerminkan. Dan ini sudah menjadi KETETAPAN atau kodrat serta irodat yang seharusnya di pahami dan di mengerti.
Karena ini sudah menjadi GINARIS dalam hidup, tanpa bisa dirubah atau disamarkan dengan berbagai kondisi dan alasan.
Demikan juga dengan kondisi dan posisi insan yang memiliki langkah hidup demi untuk mencari jati diri yang sesungguhnya.
Yang pasti tingkah laku yang di wujudkan terkesan SEMBRONO tanpa ada berfikiran panjang.
Atau juga tidak bisa menyimak akan intraksi SEBAB dan AKIBAT dengan apa yang di cerminkan.
Pada awalnya terlihat BERUTAL, UGAL-UGALAN dan terkesan selalu melanggar dengan TATANAN yang sudah di tetapkan.
Pada akhirnya ketika sudah "MASAK" atau ketika sudah memiliki kedewasaan dalam cara berpikir. Maka perubahannya akan dapat dirasakan secara nyata dan kedepannya yang pasti tingkah lakunya akan senantiasa bermanfaat.
Segala rasa yang di timbulkan dari BAUH PAKERTI yang ditanam, akan persembahkan untuk membuka jalan demi menuju akan panggilanNYA.
Senak-enaknya atau selezat-lezatnya buah "MANGGA" yang masak (matang) karena proses KARBITAN (PEMAKSAAN), Tak akan pernah mengalahkan rasa enak dan rasa lezat dari buah "MANGGA" yang masak dari pohonnya (PROSES KESADARAN DIRI).
Kesadaran dalam MENGENAL DIRI sendiri itu lebih baik dari segalanya.
Karena pada diri insan yang masak (MATANG) tiada PEMAKSAAN atau INTIMIDASI dari siapapun dalam membingkiskan rasa selanjutnya.
Insan yang demikian, pasti akan tahu KONDISI dan POSISI dimana dia harus bisa mengawali dan mengakhiri makalah yang di cerminkan.

Kamis, 16 November 2017

MOTO

MOntang manting iso'o noTO
(Sesulit apapun harus bisa menata)

Ketika diberikan sepasang indra penglihatan, yang pasti untuk melihat dan memandang ke depan.
Dengan demikian, saat indra penglihatan mefokuskan diri, saat itulah akan memunculkan PENILAIAN dalam benak dan pikiran.
Dan dalam penglihatan tersebut, kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk,  mana yang pantas dan tidak. Disinilah FUNGSI sepasang mata yang senantiasa menjadi peringatan.

Disamping untuk melihat .. Pemberian sepasang indra penglihatan Ini juga menandakan kalau sebenarnya INSAN dianjurkan.
Sesulit, seberat dan sekeras apapun, insan di haruskan untuk berusaha selalu melangkah.
Walau saat melangkah ke depan banyak sekali ARAL serta GODAAN yang siap menghalangi atau menghalau langkah yang dilakukan.

Saat menetapkan langkah maju kedepan, INSAN sendiri harus bisa memilah-milahkan (memilih atau memisahkan) mana yang sebenarnya menjadi HAK kita atau bukan.
Untuk selanjutnya, hal yang sudah di pilah-pilah dengan seksama, seyogiannya dikembalikan dan di TATA kembali dengan cukup hati-hati dalam jalur SEBAB dan AKIBAT.

Senin, 21 Agustus 2017

MENCARI JATI DIRI

Banyak sekali cara dan beragam untuk mencari wujud dari JATI DIRI ..
Entah itu dengan cara ..
- MEDITASI di tempat yang SEPI atau RAMAI ..
- SENDAKEP mencari kebenaran diri sendiri ..
- GULUNG GULUNG ditempat tertentu yang katanya ber AURA  ..
- JUNGKAL JUNGKEL waktu pagi, siang, sore atau malam ..
- NYUNGSEP ditempat seseorang yang memiliki ke ILMU an ..
- NDLOSOR mengikuti aliran dan ajaran yang bersymbolkan RELIGIUS ..

Thoooo semua itu tetap dalam tahapan belajar atau menjalankan TEORI yang belum tentu AL HASIL ..
Kalau memang tidak di dasari atau di tunjang dengan PENGENALAN KEPEMILIKAN pada diri kita sendiri ..

Padahal SANG PEMBERI HIDUP .. sebenarnya sudah MEMAKNAI semuanya dan apa yang sudah di limpahkan pada diri kita ..
Sesungguhnya, apa yang tertuang dibait atas dalam wujud PENCARIAN JATI DIRI memang sesungguhnya langkah LANJUTAN atau langkah ke DUA ..
Dan yang pasti langkah PERTAMA itulah yang seharusnya di tempuh terlebih dulu ..
Agar ketika kita menempuh langkah ke DUA .. kita tidak sampai salah ARAH dan tujuan ..

BERCERMIN DIRI itulah sesungguhnya langkah PERTAMA yang seharusnya di lewati terlebih dulu ..
Dengan bercermin, kita sesungguhnya mengetahui akan WUJUD diri kita (apa yang kita miliki saat ini .. mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki), KARAKTER, POSISI, KEKURANGAN dan KELEBIHAN ..
Kalau memang semua sudah di pahami .. yang pasti langkah KELANJUTAN akan "NELUNYUR" alias LANCAR JAYA .. kwkwkwkwkwkwkwkwkwk .

INI HANYA STATS WONG "MBLADUS" LAN SEDIKIT SOPLAK .. LEBIH BAIK DI ABAIKAN KALAU MMG G MAU TERJERUMUS NANG BLETOKAN .. triiiink .. triiiiiiink ..

BELAJAR DARI CARA MENIKMATI SEDUHAN KOPI

PERPADUAN 2 HATI (Gula dan Kopi) dengan segala PERBEDAAN yang sebenarnya amat mencolok .. baik itu dalam segi WUJUD (Putih dan Hitam) maupun KARAKTER (Manis dan Pahit) nya .. kalau memang perpaduannya diimbangi dengan sedikit sentuhan olahan RASA (Air => Jernih/Bening serta tawar) ..

Maka semua PERBEDAAN yang ada dan jelas terpampang .. pada akhirnya akan terlihat serasi tanpa harus meninggalkan atau menghilangkan wujud dan karakternya ..
Disamping itu, disaat PERPADUAN itu sudah terwujud tidak ada yang saling menonjolkan diri secara langsung dalam wujud aslinya .. walau demikian ,mereka tetap menyatu dan berusaha mempersembahkan sesuatu yang berbeda pada SI PENIKMAT ..

Itulah sesungguhnya yang membuat kenyamanan dan kenikmatan tersendiri bagi siapa saja yang sudah mewujudkannya ..
Baik itu sebagai TEMAN, SAHABAT, SAUDARA ataupun KEKASIH ..

Si PENIKMAT seduhan kopi pasti tahu bagaimana tahapan untuk meminum dan menikmatinya ..
Dia juga sangat FAHAM dengan langkah-langkah yang di tempuh agar kopi yang akan di minumnya itu .. bisa dirasakan dan bisa menjadi nikmat ..
Demikian juga dengan tahapan di saat menjalin PERTEMANAN, PERSAHABATAN, PERSAUDARAAN ataupun KEKASIH .. bagaimana cara semua itu tetap terbina dan tidak akan berubah menjadi PERMUSUHAN ..

Jalinan itu semua tak lepas dari wujud KESABARAN dan tidak harus tergesa-gesa tanpa memikirkan RESIKO yang menjadi pengiringnya  ..
Sudah semestinya, Seduhan kopi lebih MANTAB bila di SEDUH dengan air panas .. lalu di aduk perlahan-lahan sampai merata ..
.. agar 2 hati (Gula dan Kopi) serta olahan RASA (Air) bisa bercampur ..
(Cerminan ini, tak ubahnya seperti saat pertama kali kita mengenal seseorang dengan segala WUJUD dan KARAKTERnya untuk saat itu .. saat pertama kali mengenal dan sedikit ada benturan .. justru hal ini akan menjadikan pelajaran menuju dalam kebaikan untuk kedepannya .. karena masing-masing sudah mengenal WUJUD dan KARAKTER nya .. saling menjaga tanpa harus mengusiknya .. berjalan serta berfungsi apa adanya sesuai dengan segala kreasinya).

Sebelum meminumnya, sudah pasti harus di dinginkan terlebih dahulu dan setelah itu baru di minumnya ..
Itu lebih NIKMAT .. dari pada meminumnya saat dalam kondisi PANAS .. ataupun belum di aduk rata ..
(Hal ini merupakan bentuk dari KESABARAN dalam membina jalinan atau ikatan .. ketika konflik bermunculan dalam suatu jalinan .. sudah semestinya REDAM dan di renungkan serta di pilah-pilah dengan kesadaran tanpa harus terburu-buru mengambil keputusan dikala kondisi sedang panas .. di tunggu sampai REDA .. dan ketika panasnya sudah susut atau berkurang .. yang pasti kenikmatan dari KONFLIK yang terjadi, bisa di ambil HIKMAH dalam pembelajaran diri) ..

MESTERI KEPASTIAN

1 . 1 .. (Mesteri Kepastian)

1 Perbandingan 1 Makna = Untuk menelusuri sesuatu dalam kepastian ..
Bisa jadi 1 . 1 diartikan 1 + 1 .. 1 : 1 .. 1 x 1 .. 1 - 1 .. Atau 1 berdampingan 1 = 11.

Kesemuanya itu, tergantung dari penapsiran pada masing-masing PENGURAI .. Dari sisi mana sebenarnya sudut pandang mereka berkreasi .. ??? ..
Walaupun di pandang dari sisi sudut ke BURUK an menurut mereka .. Disisi lain pasti ada sisi sudut ke BAIK an dari mereka yang lain pula .. Demikian juga sebaliknya ..

Pola pikir dalam SUDUT PANDANG yang berbeda inilah .. Akan memunculkan berbagai KONFLIK yg sebenarnya tidak perlu terjadi ..
Bukankah lebih baik mencari dan melihat KASUNYATAN dari pada cuma MENDENGARKAN atau TEMBUNG JARE ..

PENJARAHAN, PENINDASAN atau juga PENJAJAHAN akan pola PIKIR seperti ini akan menghambat ketenangan diri .. Dan akan sulit sekali untuk mendapatkan KEBAHAGIAAN dalam arti yang sesungguhnya ..

PERCOYO gak PERCOYO yooo wis ..
Dari pada ter KONTAMINASI lebih PARAH lagi ..
Luwe BECIK, mulai saiki siap-siap di CANCANG tangan e .. di SUMPEL kuping e .. di BUNGKEM lambe ne .. Lan di TUTUP meripate .. Ben mung isok GOBAK GOBEK dewe .. Kwkwkwkwkwkkwkwkkwkwwkwk ..

Salam "LAKNAT" ...

BUDAYA MALU

Dengan menanamkan rasa KONSEKWEN pada diri dalam setiap mengupas perjalanan hidup .. Secara tidak langsung akan menumbuhkan benih-benih BUDAYA MALU pada diri pribadi .. Tidak menutup kemungkinan si PENANAM akan merasakan resapan KEBAHAGIAN yang sesungguhnya .. Walaupun di katagorikan teramat RINGAN jauh dari nilai yang di HARAP ..

Rasa KETIDAKJUJURAN yang dimulai dari awal .. Walau itu terkesan RINGAN yang bisa di ulas serta di MAAF kan .. Pada nyatanya akan keterusan sampai mencapai serta menginjak ke hal yang BESAR ..
Kebiasaan yang tidak pernah di KONTROL maupun di RENUNGKAN sebelum ataupun sesudah melakukan KEBOHONGAN justru akan menghambat KESADARAN DIRI .. Dan pada akhirnya si pelaku akan merasakan KETIDAKPUASAN .. Segala prilaku yang ditempuhnya selalu saja kurang dan kurang ..

Kepuasan diri dengan berbagai ALASAN ataupun rincian BERDAHLIL .. Sudah pasti akan dilakukan .. Tanpa harus memandang KELANJUTAN dari PRILAKU yang TERCERMIN ..
Dengan merasa BENAR menurut PEMIKIRANNYA .. Merasa TEPAT dengan segala TINDAKANNYA .. Dan merasa sudah SESUAI dengan segala IMBAS yang di tunjukkan sebagai PEMBALASAN .. secara tidak langsung akan menyamarkan rasa PENYESALAN pada diri si pelaku ..

Padahal rasa PENYESALAN itu sudah ada dan selalu bertengger pada posisi di sela BENTURAN dalam PEMBELAJARAN ..
Tapi sayangnya, si pelaku selalu MENGABAIKAN dengan mengulas berbagai ARGUMENT serta ALIBI yang di lontarkan ..
Dengan demikian, Justru langkah tersebut akan menuntun mereka semakin dalam TERPEROSOK dan secara tidak langsung akan menghilangkan rasa BUDAYA MALU pada diri mereka ..

Untuk itu sebagai CONTOH  ..
Alangkah baiknya sebelum melangkah MENOLAK, MEMBUANG, MENGABAIKAN ataupun MENYISIHKAN makanan yang sudah TERHIDANG di hadapan kita .. hanya GARA-GARA ada HIDANGAN lain terlihat MENGGIURKAN dan menggugah SELERA .. Hanya karena AROMA ataupun PENATAAN yang terlihat SEMPURNA .. Berpikiran akan bisa DINIKMATI dan bisa membuat diri kita TERPUASKAN ..

Alangkah baiknya, sebelum MEMILIKI serta MENCICIPInya .. Kita terlebih dulu tahu akan KOMPISISI bahan makanan tersebut ..
Jangan sampai "SESUDAH MENYINGKIRKAN MENU LAMA" pada KENYATAANNYA pada MENU BARU kita tidak bisa COCOK .. padahal rasa KELAPARAN sudah melilit .. Xixixixiixiixixixxixi .. "RASAKNO SING PASTI KUWE PUNGKASANE NYONYOR" .. kwkwkkwkwkkwkwkkwkkwkkwkwkkwkk ..

RENUNGAN MALAM .. KELANJUTAN BAYI DAN ORANG GILA .. Triiiiiink .. Triiiiiink .. Salam DAMAI selalu ..

PITUTUR LAWAS

Ujar ujar PITUTUR LAWAS .. Sopo sing NANDUR pinastine mesti NGUNDUH ..
Kabeh balek nang awak e DEWE-DEWE ..
Wis saiki kari mikir ae .. ?!? ..
Ngelakoni NGURIP nang NDUNYO iki tugas e 'Gawe NGOREKSI lan NILAI wong lio, opo golek SANGU di gawe ngelakoni ngurip PINUJU pucuke umur" .. Xixiixixixiixixiixi ..

Padahal .. ?!? ..
Nek sek gelem mangan SEGO.
Sing pasti KEDUNUNGAN kekarepan sing di SONGGO.
Lan tahu ngelakoni GORO.

Nek sek nathe ngerasakno NGANTUK.
Sing pasti tau ngejar KEKAREPAN sampek NUTUK.
Lan tau ngelakoni kelakoan sing TERKUTUK.

Nek sek tahu ngerasakno NGELAK.
Sing pasti TINDAK TANDUK lan PANGUCAPE tahu NGELAMAK lan GALAK.
Lan di tawari opo ae ora NOLAK.

Nek sek ngadek lan melaku nang dhukure LEMAH.
Sing pasti nathe ngerasakno nguripe GOYAH.
Lan sing pasti maneh tau turu posisi MELUMAH ..
Lhaaaaaa a iki sing paling enak .. Mergo kari MAPAN .. kwkwkwkkkwwkwkwkkw

Minggu, 20 Agustus 2017

MINYAK WANGI

HIDUP INI PILIHAN .. BUKAN REKAYASA DALAM KE EGO AN PEMIKIRAN SEMATA.

Alangkah indah dan tentramnya .. Bila diri seseorang dengan segala AKTIFITAS dan PEMIKIRANnya .. Bisa bercermin pada setetes MINYAK WANGI ..

Kharismah AROMA yang disungguhkan .. sungguh amatlah menjadi pelengkap dalam menumbuhkan keharuman .. terkadang juga menjadi PENYELERAS dr kondisi dan profesi .. terkadang pula bau harum dari aroma yang di timbulkan terkesan MENYENGAT dan juga terkesan HALUS ..
Akan tetapi, walau demikian wujudnya selalu membias walau jenis aroma nya berbeda-beda .. dan ini tergantung dari selera pada masing-masiing pengguna atau pemakai ..

Akankah kita harus menolak, mengolok-olok atau menyendir seseorang yang suka memakai PARFUM yang tidak sesuai dengan SELERA pada diri kita ?!? .. he, he, he ..
Atau kita diam dan berusaha menikmati wewangian yang menyebar .. walau kita tidak tahan dengan aroma yang di biaskan .. ?!? ..
Ataukah kita harus menghindar dan menyingkir dengan seulas alasan .. tanpa memperdulikan kepentingan yang justru lbh penting dr segala aroma yang ada .. ?!? .. xixiixxiixxiixiixixi ..

KEHIDUPAN ini berbaur dan selalu NETRAL dan BERINTRAKSI satu dengan yang lainnya cooooy .. bukan berjalan berdasarkan milik PERORANGAN, GOLONGAN maupun PERKUMPULAN .. siapa yg terbaik mencerminkan "NERIMO ING PANDUM" dari segala yang ada .. itulah sesungguhnya yg akan TERPILIH .. triiiiink .. triiiiiiiiink ..

DAHAN dan DAUN

Paling tidak, kebersamaan itu telah dirasakan dan sudah dilalui dengan berbagai bingkai kasih dan sayang dalam benih kenangan yang tercipta.

Demikian juga halnya antara DAHAN dan DAUN.
Tanpa diminta, keduanyapun sudah melewati masa dengan ikatan yang kuat serta selalu tepatri jadi satu.
Dikala itu, keduanya seakan tak bisa di pisahkan .. selalu bersama melewati hari dengan keindahan.
Walau pada nyatanya halangan dan tantangan selalu mengintai dan seakan ikut serta mengukir dalam cerita keduanya.

Disaat bait masa telah datang menghampiri, cerita itu pun mulai beralih dengan kiasan pengukir hiasan baru.
Saat itulah masa mulai merubah segala yang ada menjadi tiada.
Demikian pula dengan si DAUN .. dimana selama ini, dia selalu tumbuh bersama dengan si DAHAN.
Toh pada akhirnya, tanpa di minta si DAUN itupun akan melepaskan diri dari DAHAN nya.
Hal ini terjadi di tunjang dengan berbagai hal. Bisa karena usia untuk berkembang atau juga keterpaksaan hanya karena hembusan dari si ANGIN (godaan) yang datang menghampiri dan hanya sekedar menyapa si DAUN.
Dan si DAUN itu pun sekan menikmati sapaan sari si ANGIN dengan berbagai impian.
Padahal, si DAHAN belum waktunya melepaskan si DAUN.

Bila hal itu terjadi, akankah si DAHAN tetap berdiri tegar tanpa si DAUN disampingnya .. walau wujudnya terlihat dan kesan segar .. akan tetapi dia tidak memiliki gairah.

Demikian pula dengan si DAUN, apa dia tetap segar saat terlepas dari DAHAN.
Pantaskah si DAUN menyalahkan si ANGIN bila dia harus mengering tanpa bisa berbuat apa-apa ..
Ataukah si DAHAN menyalahkan si DAUN yg begitu sembrono melepaskan diri dari dirinya.

Ini sekedar ULASAN kepribadian hidup dan penyikapan dimana harus MENEPATKAN dirinya saat UJIAN mulai datang menghampiri.
DAHAN ibarat ORANG TUA atau SUAMI ..
DAUN ibarat ANAK atau ISTERI ..
Semoga BERMANFAAT ..

Salam salik, salim lan santun.

PRAMUSAJI

Dalam hal HIDUP .. seharusnya mengerti akan KEPATUTAN dalam menjalankannya .. Dan bukan membanggakan dan menyombongkan akan KEDUDUKAN atau STATUS yang di sandangnya untuk saat ini ..

Dalam menyimak perputaran RODA HIDUP apalagi saling menjalin hubungan tali SILAHTURAHIIM .. baik itu dalam BERTEMAN, BERSAHABAT atau bisa jadi BERSAUDARA .. entah itu dalam nyata atau samaran .. sudah sepatutnya mengerti akan porsi masing masing akan tetapi tetap dalam kebersamaan ..

Bila sudah berani MENGENAL .. Walau ada dinding PEMBATAS, sudah sepatutnya SALING MENGHARGAI dan SALING BERINTERAKSI dengan perjalanan yang tercermin .. dan tidak terkukuh dengan PENGENALAN DIRI secara SERAMPANGAN .. Sampai mengabaikan TENGGANG RASA yang sebenarnya sebagai ikatan NYATA ..

Kita HIDUP tidak sendiri COOOOY .. sudah pasti ada orang-orang di sekitar kita yang ikut andil dalam membentuk PEMBELAJARAN ..
ketidak sendirian dalam hidup kita itulah .. bisa di ibaratkan sebagai PRAMUSAJI ..
Sudah sepantasnya .. bila sudah sanggup menjadi PRAMUSAJI dengan segala menu yang di sediakan .. harus berani menerima terpaan penilaian dari si PENYICIP ..

Dan juga, apabila si PRAMUSAJI sudah berani menghidangkan dan menyuguhkan sesuatu .. baik itu dalam katagori makanan dan minuman ataupun yang lainnya ..
Sudah selayaknya si PRAMUSAJI menghaturkan atau mempersilhkan si TAMU untuk mencicipinya ..
Dan bila mana si TAMU sudah bersedia dan mau mencicipinya .. si PRAMUSAJI sudah SEMESTINYA menjamu dengan sepenuh hati dan menghilangkan segala ke EGO an atau apapun yang berada pada dirinya ..

PELAYANAN, SENYUMAN, TANGGAPAN dan juga KEPEDULIAN .. itulah RUMUS DASAR cara  untuk MENGHORMATI si PENYICIP HIDANGAN seharusnya ditunjukkan ..
KENYAMANAN atau KENIKMATAN tamu untuk menyicipi suatu HIDANGAN .. itu bukan sepenuhnya terletak apa yang di hidangkan .. walaupun HIDANGAN se LEZAT apapun .. kalau KESUPELAN dari SI PRAMUSAJI tidak ada .. sudah pasti tidak akan ada yang mau MENYICIPINYA ..
Karena si PENYICIP itu sendiri tidak bakalan BERTANYA, siapa JURU MASAK nya .. entah JURU MASAK terkenal atau ECEK-ECEK .. bahan untuk MENU ini apa saja .. yang di pandang terlebih dulu adalah si PRAMUSAJI ..

INGAT SEKALI LAGI .. PRAMUSAJI dan PEAMUSAJI .. kwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk ..

KACANG LUPA KULITNYA

(Tentang TAHAPAN Belajar)

Ini juga merupakan salah satu ke-SOMBONG-an .. yang mana terkadang kita sering kali memganggap REMEH dari sesuatu yang terbilang kecil dan tidak berarti .. tapi dalam kenyataannya sesuatu yang terwujud dan menjadi besar .. itu juga karena berasal dari sesuatu yang dipandang kecil atau remeh ..

Bila demikian ..
Berartikan huruf  "B" dalam susunan huruf ALFABETH tanpa adanya huruf "A" ..
Bergunakah huruf "A" dalam susunan huruf ALFABETH tanpa ada kelanjutan dari HURUF sesudahnya ..
Demikian pula dengan susunan ANGKA SATUAN ataupun HURUF pada kalimah HIJAHIYAH .. Dan juga SYMBOL yang bisa di UNGKAP kan ..

Masing-masing HURUF baik itu dalam susunan huruf ALFABETH ataupun pada kalimah HIJAHIYAH .. bila di susun sesuai posisi dan FUNGSI nya .. pasti akan membentuk KATA atau BACAAN ..
Demikian pula dengan susunan ANGKA yang ditata .. itu juga akan membentuk BILANGAN ..
Dan juga SYMBOL yang membentuk tanda BACA ..

Sifat dasar PENGECUT pada diri kita lah yang memposisikan diri kita menjadi KERDIL .. semua itu karena diri kita acap kali melupakan ASAL MULA bagaimana kita bisa membentuk, menyusun dan merangkai HURUF .. sampai kita bisa MENGUCAP berjuta-juta kata ..
Bisa mengitung sampai bermiyar-milyar bilangan ..
Bisa menciptakan BACAAN DZIKIR yang ber HIJABAH ..
Dan memposisikan atau menempatkan SYMBOL yang menjadi pelengkap ..

Tetap SOMBONG kah diri kita untuk mengabaikan ataupun menampik dengan adanya BUKU yang seharusnya menjadi DASAR ..
Masih KUAT-kah keyakinan kita untuk tetap MENOLAK untuk belajar ataupun mempelajari BUKU yang memang di sediakan untuk di BUKA dan di SIMAK ..
Padahal SESUNGGUHNYA BUKU itu bukan BERWUJUD benda mati saja COOOY .. yang pada akhirnya RAPUH dan USANG ..
PENGALAMAN, PANCARAN HIDAYAH, BIAS KEMUKZIJATAN ataupun CERMINAN RAHMAT .. itu juga BUKU atau KITAB yang wajib di SIMAK .. xixixixixixixi ..

PERINGATAN .. !?! ..
INI HANYA SEKEDAR UNGKAPAN DARI "WONG MBLADUS" TERKESAN AGAK "SOPLAK" DAN SEDIKIT "GILA" .. BAGI YG MERASA "WARAS" LEBIH BAIK DI ABAIKAN .. XIXIXIXIXIXIXIXI

NERIMO Ing PANDUM

(menerima apa adanya) ..

Ungkapan simple, tapi jarang sekali yg bisa mengungkap .. apa sesungguhnya MAKNA yang terkandung di dalamnya .. apalagi dapat melakukan dan mencerminkannya kedalam kehidupan .. (eeeiiits, koyok wong yeeees ae .. atek nyandak KEHIDUPAN barang) ..

Terkadang ungkapan "NERIMO ING PANDUM" hanya dipakai dan dipergunakan untuk membesarkan hati dan pikiran kita .. dimana keinginan yang selama ini kita harapkan belum terkabul atau belum terhijabah .. he, he, he ..

Ungkapan "NERIMA ING PANDUM" sesungguhnya merupakan PERINGATAN yang teramat keras bagi insan yang merasa HIDUP dan juga merasa memiliki KESEMPURNAAN ..
Dan juga merupakan ANJURAN, agar mereka tidak selalu MENILAI segala sesuatu yang menjadi cerita dalam hidup dengan prinsip diri PRIBADI atau dengan makalah dalam PEMIKIRAN semata .. tanpa mau melihat SISI BAIK dr sesuatu yang di nilai SALAH ..
"MAKANYA PADA AKHIRNYA MENUMBUHKAN BENIH-BENIH KEBENCIAN .. DAN SAKITNYA TUH DISINI .." kwkwkwkwkwkwk ..

Kita SEMUA bukanlah PENENTU ataupun PEMBUAT makalah dalam cerita hidup .. semua itu terjadi hanya karena petikan dari SANG PENENTU dan SANG PEMBUAT CERITA .. apakah kita harus MENOLAK ataupun MEMBENCI dengan segala cerita yang dilihat BAIK ataupun BURUK .. xixixixixixixi ..

PERCUMA ae pean DINGKLAK DINGKLUK sampek BATUK MU NGECAP IRENG nek sek kedunungan BENCI kahanan cerito e GUSTI .. anguro pean LUNGGUH SILO .. ayo main GAPLE mbek aq .. lhaa kui baru mengko weruh ngendi sing KALAH lan sing MENANG .. kwkwkwkwkwkwkwkwkwk ..

Salaaaam LAKNAT

PUKULAN dan TAMPARAN

Adakah salah 1 (satu) SAHABAT yang belum pernah merasakan di PUKUL ataupun di TAMPAR .. ??? ..
Kalau memang belum pernah merasakannya .. !!! ..
Sudah pasti mereka tidak pernah tahu PUKUL an atau TAMPAR an mana yang amat menyakitkan .. ??? ..
Dan POSISI jari tangan yang bagaimana saat melancarkan PUKUL an dan TAMPAR an .. ??? ..
Berbeda dengan yang pernah mencicipi PUKUL an dan TAMPAR an .. ??? ..
Mereka pasti akan FAHAM .. Genggaman JARI TANGAN merapat, PUKUL annya pasti AKURAT ..
Dan saat JARI TANGAN di kembangkan merapat, TAMPAR an yang di hasilkan sungguh amatlah PANAS dan menyakitkan ..
Apalagi di tambah dengan GELORAH semangat membara dalam dada .. Xixixiixixixiixixixi .. Pasti tambaaaaah MANTRAAAAAB saat mampir di SASARAN ..

Memgupas soal PUKUL an ataupun TAMPAR an kembali lagi di JARI TANGAN kita .. Demikian juga dengan SEMANGAT dalam menegakkan NKRI .. semua seharusnya MENYATU PADU .. Agar virus-virus PENGGANGGU KEDAULATAN NKRI dapat BERPIKIR 1000x saat akan mengusik KESATUAN ..

Kata lain dalam ISTILAH tersebut diatas antara lain :
# TELAPAK TANGAN
Ibarat hamparan NUSANTARA atau IBU PERTIWI.

# Jari JEMPOL.
Ibarat ALIM ULAMAH sebagai GURU atau PEMBIMBING yang mengajarkan KEBENARAN.

# Jari TELUNJUK.
Ibarat palaku dalam menunjukkan langkah yang terbaik untuk mengarahkan PEMAHAMAN.

# Jari TENGAH.
Ibarat PEMIMPIN yang memiliki sifat ARIF dan BIJAK .. tidak membela siapapun sesuai PERUMUSAN.

# Jari MANIS.
Ibarat PEMANIS dalam wadah yang tumbuh di bumi pertiwi .. Dalam lingkup mo-limo (Main, Madon, Madat, Maling dan Minum).

# Jari KELINGKING
Ibarat kaum JELATA, PAPA atau FAKIR MISKIN .. (Dalam posisi DIFINISI tertentu).

Selagi JARI TANGAN masih berada di TELAPAK TANGAN .. sudah pasti tetap memiliki FUNGSI dan PORSI masing-masing .. Tergantung dari TUGAS yang di PIKUL nya ..
Kalau memang sudah menyadari DIMANA jari tangan itu BERDIRI .. kalau memang mendapat RINTANGAN dan HALANGAN .. Pasti mereka akan BERSATU membentuk GENGGAMAN untuk memukul atau menampar ..

Dalam POSISI memukul .. Jari JEMPOL (IBU JARI atau JARI INDUK) .. Tepat berada di atas atau di depan .. Seolah mengikat ke empat jari yang menyatu dan merapat.
Hal ini di maksudkan .. Walau ada perlawanan dalam kekerasan .. Tetaplah mendengarkan PETUAH ALIM ULAMA .. karena secara tidak LANGSUNG .. Para ALIM ULAMAH merupakan PENGENDALI UTAMA.

Dalam POSISI menampar .. Jari JEMPOL agak terpisah .. Dan tidak ikut-ikutan merapat ke 4 jari yang menyatu ..
Ini memiliki makna .. Kalaupun MENYENTIL,  MENGKRETIK atau MENGKOREKSI .. janganlah memakai atau mendompleng dan mengataskan sebagai ALIM ULAMAH ataupun AGAMA ..

Bagi mereka yang MERASA BODOH .. Sudah pasti menekuni POSISI PATEN yang sesuai KONDISI masing-masing .. Dan ORANG BODOH lebih setia .. Kalau dia berada dalam POSISI JARI KELINGKING dia tidak akan ingin serta tidak pernah mampu menjadi Jari JEMPOL, TELUNJUK, TENGAH atau jari MANIS .. Dan seterusnya ..

NKRI tetaplah harga MATI ..
NKRI bukanlah.
"Negara Kelompok Resek Indonesia".

Akan tetapi NKRI adalah
"Negara Kesatuan Republik Indonesia"

SERBA KEBALIKAN

Begitu banyak CARA yang dilakukan oleh ORANG TUA untuk menggembleng dan mendidik PUTRA PUTRI nya untuk menghadapi KRONOLOGI cerita dunia .. Walau hal tersebut terkesan NYELENEH dan tidak UMUM .. Tapi itu semua sudah bisa di perkirakannya ..
Hal ini dilakukan oleh ORANG TUA hanya untuk mewujudkan segi KARAKTER serta jalur PERJUANGAN pada diri mereka (PUTRA PUTRI) nya ..
Agar mereka tetap bisa TEGAR walau benturan acap kali menerpanya ..
Tetap selalu BERSEMANGAT walau seringkali langkahnya terhenti atau terhambat oleh aral di luar kemampuan ..
Tetap TEKUN menyibak serta menempuh langkah yang lebih baik dari hari kemarin ..
Dan agar mereka dapat merai CITA-CITA yang selama ini di kejar dan diinginkan ..

Semua ini, semua cara yang di cerminkan oleh ORANG TUA pada mereka (PUTRA PUTRI) nya .. Agar mereka dapat hidup secara MANDIRI serta bisa BERKREASI sesuai dengan porsi kemampuan pada masing-masing yang sudah pasti dimilikinya ..
Yang dapat dilakukan oleh ORANG TUA saat ini hanyalah MELIHAT, MENELITI, MENELAAN dan MENGAWASI nya .. Tanpa harus ikut andil atau cawi-cawi dengan langkah perjalanan yang sudah terbentuk ..
Kalau memang BERISIKO TINGGI .. sebagai ORANG TUA hanya bisa MENYENTIL atau MEMPERINGATKAN dari kejauhan .. Walau tanpa BERINTRAKSI secara langsung dan tanpa mereka duga sama sekali .. Triiiink .. Triiiiink ..

Teruslah BERJUANG wahai PUTRA PUTRI ku yang tercinta .. Jangan pernah takut untuk BERKORBAN walau itu menyita waktu dan masa mu ..
Dan INGATLAH .. ?!? ..
ORANG TUA mu akan sangat BERSEDIH dan bisa jadi akan MENANGIS .. Bila engkau merasa BISA dan MENANG serta merasa BANGGA dengan hasil yang engkau dapatkan .. Tanpa melihat BACKGROUND dimana engkau mencapai KEMENANGAN .. Apalagi sampai TERLENA ataupun TERHANYUT dengan hasil yang engkau dapatkan ..
ORANG TUA mu akan TERSENYUM serta akan TERTAWA terpingkal pingkal dan juga akan teramat BANGGA .. Disaat melihat engkau JATUH terpuruk dan mengalami luka-luka .. Tp engkau tetap bisa BANGKIT dan tak mudah MENYERAH dengan derah derita yang engkau terima .. Justru langkahmu semakin MANTAB dan PASTI .. Menyibak langkah yang ada di depan ..

KEPERCAYAAN dalam KESETIAAN dan KEJUJURAN

Tak ubahnya seperti GELAS KACA .. Dalam penampilannya selalu terlihat bening, polos dan tembus pandang .. tidak ada setitik noda pun yang bisa menjadi penghalang dalam mengurai hasrat dalam keindahan ...

Dikala anda yang di berikan KEPERCAYAAN masih mau memegang, melihat dan mempergunakannya .. sudah pasti kebersihannya akan selalu di jaga dan di rawatnya. .. dan pemilik KEPERCAYAAN tak akan pernah bosan untuk membasuh serta membersihkannya .. Hal ini dilakukan, agar keindahan yang yang terpancar dari GELAS KACA tidak pernah susut dan terkotori oleh apapun ..

Akan tetapi ketika GELAS KACA tersebut sudah tidak di anggap lagi dan cendrung membosankan bagi yang di beri KEPERCAYAAN .. jangankan di pegang, di pandangpun sudah tiada guna dan arti .. apalagi yang di beri KEPERCAYAAN itu sudah berani melepaskan .. Dan membiarkan GELAS KACA tersebut terlepas dari genggaman ..

Bila hal itu terjadi, jangan pernah MENYESAL bila pada akhirnya si pemegang KEPERCAYAAN tersebut tidak pernah lagi menemukan wujud dari GELAS KACA seperti AWAL yang di pegang dan yang di rasakannya .. yang ada saat ini hanyalah SERPIHAN GELAS KACA yang sudah terlanjur HANCUR BERKEPING-KEPING tanpa wujud .. Dan tidak bisa di kembalikan seperti sediakala ..

Dear "PUJANGGA GIRAS".
(GIla lan kurang waRAS).

PENGERTIAN DALAM DOA

Menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin, justru akan mendatangkan rasa kecewa berlarut-larut.
Demikian juga dengan SEDERETAN DO'A yang terpanjatkan dalam setiap keinginan, terkadang untaian kata yang di ucapkan seolah-olah condong terkesan MENDEKTE sang PEMILIK HIDUP dan REZEKI.
Tanpa di imbangi dengan PERBUATAN dan TINGKAH LAKU yang memang seharusnya di cermin kan ..
Ibarat, sebelum melakukan sesuatu PEKERJAAN akan tetapi sudah meminta BAYARAN .. Xixixixixixixixi ..

~ Adakah dalam kondisi HIDUP, yang SEHAT tidak pernah mengalami SAKIT.
~ Adakah dalam perjalanan HIDUP, yang KAYA tidak akan mengalami MISKIN.
~ Mungkinkah dalam menjalin HIDUP, baik itu ISTRI atau SUAMI tanpa ada CELA.
~ Mungkinkah dalam pembinaan HIDUP, mendapatkan taman, sahabat atau saudara tanpa AIB.

Semua pasti akan mengalami KELENGAHAN maupun KEMUNDURAN .. baik itu di sengaja ataupun tidak .. Karena hal itu berjalan sesuai dari mana PERWUJUDAN sebelum mengalami KELENGAHAN maupun KEMUNDURAN.
Dengan menggali hal yang demikian .. Justru diri insan akan mendapatkan PEMBELAJARAN terbesar dan tidak akan pernah menyalahkan ORANG LAIN yang di jadikan KAMBING HITAM .. Triiiiink .. Triiiiink ..

MIKUL DHUKUR MENDEM JERUH

Terispirasi dari pesan kuno, pesan ORANG TUA kepada anak-anaknya "ISO'O MIKUL DHUKUR MENDEM JERUH" ..

Sesungguhnya makna dalam kupasan pesan tersebut amatlah JELAS, dimana si ORANG TUA senantiasa mengharap agar benih yang terwujud dari RASA CINTA, KASIH dan SAYANG bisa menjadi anak yang berbakti pada kedua ORANG TUA (khususnya), AGAMA dan MASYARAKAT.

Tapi terkadang sebagai ORANG TUA yang merasa melahirkan, menjaga, mendidik serta menafkahi (memelihara) .. Baik itu dari segi matriil ataupun sprituil .. Justru ingin MENGUASAHI diri si ANAK .. Baik dari KEPRIBADIAN maupun PEMIKIRAN.
Terkadang si ORANG TUA menjejali dengan segala masukan yang tercetus dari ke EGO an diri .. Tanpa mau memberi kesempatan pada si ANAK untuk berpikir secara MANDIRI .. Dan mencari nilai BENAR atau SALAH .. Pada masalah yang terjadi dalam rangkaian cerita hidup yang TERALAMI.

Bukankah BENIH yang terlahir yang di sebut ANAK itu merupakan sebuah AMANAH .. ?!? ..
Akankah pantas sebagai AMANAH harus dikotori dengan hal yang menyangkut kepentingan PRIBADI yang membuat si ANAK terbelenggu dengan DENDAM dan SAKIT HATI.

Bukankah "MIKUL DHUKUR" itu juga menyimpan makna dan bertujuan untuk mengangkat DERAJAT kedua orang tua dari prilaku yang di cerminkan oleh si ANAK.
Dan bukankah "MENDEM JERUH" itu juga bermakna sebagai perendam dari ke EGO an .. Sebagai ungkapan kata "MAAF" untuk keseluruhan .. Khususnya untuk PRILAKU ORANG TUA yang terkesan SALAH .. Karena hal tersebut sebenarnya bukan HAK si anak untuk MENYALAHKAN nya .. Tp justru si ANAK harus bisa MENDO'AKAN .. Do'a terbaik teruntuk kedua ORANG TUA nya ..

Sekedar SARAN MBLADUS ..
Percuma ae laaaah .. Ole e BELAJAR GETUH .. belajar keagamaan lan filsafat sak kranjang bek .. Opo maneh sampek kelek kemeringet .. Bathuk sampek ngecap ireng .. Lan Selakangan sampek jamuren .. Thooo ora isok mosisino ngendi lungguhe ANAK lan ngendi lungguhi WONG TUO .. Kui sing salah KITAB e, GURU ne opo MANUNGSO e .. mbuuuuh di pikir dewe-dewe ae ..

Senin, 14 Agustus 2017

ARAH MATA ANGIN

4 penjuru mata ANGIN sebenarnya tidak lepas dari istilah JEJODOHAN ..
Entah itu menyangkut tentang REZEKI, ILMU ataupun PASANGAN HIDUP .. Semua itu termasuk JODOH yang sepatutnya di RENUNGKAN dan di GALI dengan seksama ..

Dalam JEJODOHAN sudah semestinya pasti mengandung unsur :
AWALAN atau kaWETAN (TIMUR)
Sebagai awalan langkah .. yang pasti setiap PELAKU pasti memiliki keinginan yang tertanam dalam hati .. entah itu dalam katagori REZEKI, ILMU ataupun JODOH ... Dan dia juga pasti mengetahui, sebenarnya dimana dia harus melangkah .. demi untuk mencapai segala yang di cita-cita kannya ..

PENEMPATAN atau KUdu keLON (BARAT).
Bila segala aktifitas sudah di lakukan oleh si PELAKU .. dengan segala pembinaan pada dirinya .. si PELAKU harus bisa menyesuiakan segala apa yang di dapat atau yang di hasilkan .. dan di kembalikan pada dirinya sendiri ..
Apakah sesuai dengan HATI NURANI nya atau tidak ..
Apakah semua berjalan dengan IKHLAS atau KETERPAKSAAN ..

FAEDAH serta MANFAAT atau moLOR (UTARA).
Ketika si PELAKU sudah mendapatkan tempat di mana dia harus menggali segala keinginannya .. dia pasti bisa menilainya sendiri tanpa harus di pandu berbagai anggapan pada dirinya sendiri ..
Apakah yang di dapatkan saat ini membawa manfaat atau tidak .. ataukah membuat dirinya tersiksa dalam wujud mata pencariannya yang tertanam sejak awal ...

TUJUAN atau Kedah di duDUL (SELATAN).
Di saat KESEIMBANGAN sudah sesuai dengan kreteria dan tidak melanggar dari segi NORMA ataupun PERATURAN yang menjadi AMANAH ..
Barulah semua di WUJUDKAN dengan menanam benih baru ..
Dengan wujud TULUS IKHLAS .. RASA KASIH dan SAYANG dan juga WELAS ASIH ASUH ..

Bagaimana wujud dari JEJODOHAN .. Baik itu REZEKI, ILMU atau PASANGAN HIDUP .. yang pasti ingin mendapatkan KETURUNAN yang baik dan berbakti .. dan bisa menghantarkan dalam langkah AKHIR.

Intinya ..
Sebelum KUdu keLON (KULON - point 2) si pelaku harus mengenal terlebih dulu (kawitan - WETAN - point 1) bagaimana dan siapa yang akan di KELONI .. Sudah pantaskah semua untuk WUJUD dirinya, PRIBADInya dan juga RASAnya .. semua harus di kembalikan pada diri masing-masing PELAKU .. karena TEPAT dan COCOK buat lain orang .. belum tentu TEPAT dan COCOK buat si PELAKU ..

Terkadang dengan KONDISI dan POSISI semua bisa berubah .. dimana yang tidak terbiasa akan menjadi TERBIASA .. Di mana pada awalnya terbentur dengan ketidak tahuan akan menjadi tahu dan mengerti ..
Walau demikian, semua tetap menjadi pembiasan SELANJUTNYA .. Berfaedah atau tidak  .. Bermanfaat atau justru merugikan buat diri si PELAKU .. untuk mengembangkan segala apa yang sudah di dapatkannya ..
Sebelum KELON (KULON) sudah sepantasnya harus bisa MOLOR (LOR - point 3) .. Molor atau memanjang daya PIKIR nya, daya SEMANGAT nya dan juga daya KREASI nya .. perkembangan inilah yang menjadi KUNCI untuk mewujudkan KESERASIAN dan KEHARMONISAN bagi si PELAKU yang mendapatkan REZEKI, ILMU dan JODOH .. Akan semua tetap RUKUN dan BAHAGIA ..

Kalau memang sudah bisa MOLOR baru bisa di pakai atau di DUDUL (KIDUL - Point 4) .. Kalau Semua bisa di cerminkan .. yang pasti KEPUASAN akan dapat di rasakan sampai ke BHATIN .. dan hasil DUDUL an bisa di harapkan memjadi BENIH yang sesuai PENGAHARAPAN si PELAKU ..

Percuma mendapatkan REZEKI banyak .. tapi nyatanya si PELAKU tidak bisa merasakannya .. justru akam membawa bencana ..

Percuma mendapatkan ILMU tinggi .. tapi nyatanya justru membikin RESAH dan membawa PRAHARA ..

Percuma mendapatkan pasangan HIDUP yang BAGUS (Cantik atau Tampan) .. tp nyatanya KENYAMANAN tidak bisa di rasakan .. juatru selalu menciptakan pertekaran hanya karena terpancang soal KEKURANGAN.

Dan tidak selalu MODUS .. MODUS .. lan MODUS ..  kwkkwkwkkwkwkk ..
Salam "LAKNAT" (peLAKu amaNAT) bagi yang mau dijadikan "LAKNAT" ..