- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Minggu, 20 Agustus 2017

NERIMO Ing PANDUM

(menerima apa adanya) ..

Ungkapan simple, tapi jarang sekali yg bisa mengungkap .. apa sesungguhnya MAKNA yang terkandung di dalamnya .. apalagi dapat melakukan dan mencerminkannya kedalam kehidupan .. (eeeiiits, koyok wong yeeees ae .. atek nyandak KEHIDUPAN barang) ..

Terkadang ungkapan "NERIMO ING PANDUM" hanya dipakai dan dipergunakan untuk membesarkan hati dan pikiran kita .. dimana keinginan yang selama ini kita harapkan belum terkabul atau belum terhijabah .. he, he, he ..

Ungkapan "NERIMA ING PANDUM" sesungguhnya merupakan PERINGATAN yang teramat keras bagi insan yang merasa HIDUP dan juga merasa memiliki KESEMPURNAAN ..
Dan juga merupakan ANJURAN, agar mereka tidak selalu MENILAI segala sesuatu yang menjadi cerita dalam hidup dengan prinsip diri PRIBADI atau dengan makalah dalam PEMIKIRAN semata .. tanpa mau melihat SISI BAIK dr sesuatu yang di nilai SALAH ..
"MAKANYA PADA AKHIRNYA MENUMBUHKAN BENIH-BENIH KEBENCIAN .. DAN SAKITNYA TUH DISINI .." kwkwkwkwkwkwk ..

Kita SEMUA bukanlah PENENTU ataupun PEMBUAT makalah dalam cerita hidup .. semua itu terjadi hanya karena petikan dari SANG PENENTU dan SANG PEMBUAT CERITA .. apakah kita harus MENOLAK ataupun MEMBENCI dengan segala cerita yang dilihat BAIK ataupun BURUK .. xixixixixixixi ..

PERCUMA ae pean DINGKLAK DINGKLUK sampek BATUK MU NGECAP IRENG nek sek kedunungan BENCI kahanan cerito e GUSTI .. anguro pean LUNGGUH SILO .. ayo main GAPLE mbek aq .. lhaa kui baru mengko weruh ngendi sing KALAH lan sing MENANG .. kwkwkwkwkwkwkwkwkwk ..

Salaaaam LAKNAT

PUKULAN dan TAMPARAN

Adakah salah 1 (satu) SAHABAT yang belum pernah merasakan di PUKUL ataupun di TAMPAR .. ??? ..
Kalau memang belum pernah merasakannya .. !!! ..
Sudah pasti mereka tidak pernah tahu PUKUL an atau TAMPAR an mana yang amat menyakitkan .. ??? ..
Dan POSISI jari tangan yang bagaimana saat melancarkan PUKUL an dan TAMPAR an .. ??? ..
Berbeda dengan yang pernah mencicipi PUKUL an dan TAMPAR an .. ??? ..
Mereka pasti akan FAHAM .. Genggaman JARI TANGAN merapat, PUKUL annya pasti AKURAT ..
Dan saat JARI TANGAN di kembangkan merapat, TAMPAR an yang di hasilkan sungguh amatlah PANAS dan menyakitkan ..
Apalagi di tambah dengan GELORAH semangat membara dalam dada .. Xixixiixixixiixixixi .. Pasti tambaaaaah MANTRAAAAAB saat mampir di SASARAN ..

Memgupas soal PUKUL an ataupun TAMPAR an kembali lagi di JARI TANGAN kita .. Demikian juga dengan SEMANGAT dalam menegakkan NKRI .. semua seharusnya MENYATU PADU .. Agar virus-virus PENGGANGGU KEDAULATAN NKRI dapat BERPIKIR 1000x saat akan mengusik KESATUAN ..

Kata lain dalam ISTILAH tersebut diatas antara lain :
# TELAPAK TANGAN
Ibarat hamparan NUSANTARA atau IBU PERTIWI.

# Jari JEMPOL.
Ibarat ALIM ULAMAH sebagai GURU atau PEMBIMBING yang mengajarkan KEBENARAN.

# Jari TELUNJUK.
Ibarat palaku dalam menunjukkan langkah yang terbaik untuk mengarahkan PEMAHAMAN.

# Jari TENGAH.
Ibarat PEMIMPIN yang memiliki sifat ARIF dan BIJAK .. tidak membela siapapun sesuai PERUMUSAN.

# Jari MANIS.
Ibarat PEMANIS dalam wadah yang tumbuh di bumi pertiwi .. Dalam lingkup mo-limo (Main, Madon, Madat, Maling dan Minum).

# Jari KELINGKING
Ibarat kaum JELATA, PAPA atau FAKIR MISKIN .. (Dalam posisi DIFINISI tertentu).

Selagi JARI TANGAN masih berada di TELAPAK TANGAN .. sudah pasti tetap memiliki FUNGSI dan PORSI masing-masing .. Tergantung dari TUGAS yang di PIKUL nya ..
Kalau memang sudah menyadari DIMANA jari tangan itu BERDIRI .. kalau memang mendapat RINTANGAN dan HALANGAN .. Pasti mereka akan BERSATU membentuk GENGGAMAN untuk memukul atau menampar ..

Dalam POSISI memukul .. Jari JEMPOL (IBU JARI atau JARI INDUK) .. Tepat berada di atas atau di depan .. Seolah mengikat ke empat jari yang menyatu dan merapat.
Hal ini di maksudkan .. Walau ada perlawanan dalam kekerasan .. Tetaplah mendengarkan PETUAH ALIM ULAMA .. karena secara tidak LANGSUNG .. Para ALIM ULAMAH merupakan PENGENDALI UTAMA.

Dalam POSISI menampar .. Jari JEMPOL agak terpisah .. Dan tidak ikut-ikutan merapat ke 4 jari yang menyatu ..
Ini memiliki makna .. Kalaupun MENYENTIL,  MENGKRETIK atau MENGKOREKSI .. janganlah memakai atau mendompleng dan mengataskan sebagai ALIM ULAMAH ataupun AGAMA ..

Bagi mereka yang MERASA BODOH .. Sudah pasti menekuni POSISI PATEN yang sesuai KONDISI masing-masing .. Dan ORANG BODOH lebih setia .. Kalau dia berada dalam POSISI JARI KELINGKING dia tidak akan ingin serta tidak pernah mampu menjadi Jari JEMPOL, TELUNJUK, TENGAH atau jari MANIS .. Dan seterusnya ..

NKRI tetaplah harga MATI ..
NKRI bukanlah.
"Negara Kelompok Resek Indonesia".

Akan tetapi NKRI adalah
"Negara Kesatuan Republik Indonesia"

SERBA KEBALIKAN

Begitu banyak CARA yang dilakukan oleh ORANG TUA untuk menggembleng dan mendidik PUTRA PUTRI nya untuk menghadapi KRONOLOGI cerita dunia .. Walau hal tersebut terkesan NYELENEH dan tidak UMUM .. Tapi itu semua sudah bisa di perkirakannya ..
Hal ini dilakukan oleh ORANG TUA hanya untuk mewujudkan segi KARAKTER serta jalur PERJUANGAN pada diri mereka (PUTRA PUTRI) nya ..
Agar mereka tetap bisa TEGAR walau benturan acap kali menerpanya ..
Tetap selalu BERSEMANGAT walau seringkali langkahnya terhenti atau terhambat oleh aral di luar kemampuan ..
Tetap TEKUN menyibak serta menempuh langkah yang lebih baik dari hari kemarin ..
Dan agar mereka dapat merai CITA-CITA yang selama ini di kejar dan diinginkan ..

Semua ini, semua cara yang di cerminkan oleh ORANG TUA pada mereka (PUTRA PUTRI) nya .. Agar mereka dapat hidup secara MANDIRI serta bisa BERKREASI sesuai dengan porsi kemampuan pada masing-masing yang sudah pasti dimilikinya ..
Yang dapat dilakukan oleh ORANG TUA saat ini hanyalah MELIHAT, MENELITI, MENELAAN dan MENGAWASI nya .. Tanpa harus ikut andil atau cawi-cawi dengan langkah perjalanan yang sudah terbentuk ..
Kalau memang BERISIKO TINGGI .. sebagai ORANG TUA hanya bisa MENYENTIL atau MEMPERINGATKAN dari kejauhan .. Walau tanpa BERINTRAKSI secara langsung dan tanpa mereka duga sama sekali .. Triiiink .. Triiiiink ..

Teruslah BERJUANG wahai PUTRA PUTRI ku yang tercinta .. Jangan pernah takut untuk BERKORBAN walau itu menyita waktu dan masa mu ..
Dan INGATLAH .. ?!? ..
ORANG TUA mu akan sangat BERSEDIH dan bisa jadi akan MENANGIS .. Bila engkau merasa BISA dan MENANG serta merasa BANGGA dengan hasil yang engkau dapatkan .. Tanpa melihat BACKGROUND dimana engkau mencapai KEMENANGAN .. Apalagi sampai TERLENA ataupun TERHANYUT dengan hasil yang engkau dapatkan ..
ORANG TUA mu akan TERSENYUM serta akan TERTAWA terpingkal pingkal dan juga akan teramat BANGGA .. Disaat melihat engkau JATUH terpuruk dan mengalami luka-luka .. Tp engkau tetap bisa BANGKIT dan tak mudah MENYERAH dengan derah derita yang engkau terima .. Justru langkahmu semakin MANTAB dan PASTI .. Menyibak langkah yang ada di depan ..

KEPERCAYAAN dalam KESETIAAN dan KEJUJURAN

Tak ubahnya seperti GELAS KACA .. Dalam penampilannya selalu terlihat bening, polos dan tembus pandang .. tidak ada setitik noda pun yang bisa menjadi penghalang dalam mengurai hasrat dalam keindahan ...

Dikala anda yang di berikan KEPERCAYAAN masih mau memegang, melihat dan mempergunakannya .. sudah pasti kebersihannya akan selalu di jaga dan di rawatnya. .. dan pemilik KEPERCAYAAN tak akan pernah bosan untuk membasuh serta membersihkannya .. Hal ini dilakukan, agar keindahan yang yang terpancar dari GELAS KACA tidak pernah susut dan terkotori oleh apapun ..

Akan tetapi ketika GELAS KACA tersebut sudah tidak di anggap lagi dan cendrung membosankan bagi yang di beri KEPERCAYAAN .. jangankan di pegang, di pandangpun sudah tiada guna dan arti .. apalagi yang di beri KEPERCAYAAN itu sudah berani melepaskan .. Dan membiarkan GELAS KACA tersebut terlepas dari genggaman ..

Bila hal itu terjadi, jangan pernah MENYESAL bila pada akhirnya si pemegang KEPERCAYAAN tersebut tidak pernah lagi menemukan wujud dari GELAS KACA seperti AWAL yang di pegang dan yang di rasakannya .. yang ada saat ini hanyalah SERPIHAN GELAS KACA yang sudah terlanjur HANCUR BERKEPING-KEPING tanpa wujud .. Dan tidak bisa di kembalikan seperti sediakala ..

Dear "PUJANGGA GIRAS".
(GIla lan kurang waRAS).

PENGERTIAN DALAM DOA

Menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin, justru akan mendatangkan rasa kecewa berlarut-larut.
Demikian juga dengan SEDERETAN DO'A yang terpanjatkan dalam setiap keinginan, terkadang untaian kata yang di ucapkan seolah-olah condong terkesan MENDEKTE sang PEMILIK HIDUP dan REZEKI.
Tanpa di imbangi dengan PERBUATAN dan TINGKAH LAKU yang memang seharusnya di cermin kan ..
Ibarat, sebelum melakukan sesuatu PEKERJAAN akan tetapi sudah meminta BAYARAN .. Xixixixixixixixi ..

~ Adakah dalam kondisi HIDUP, yang SEHAT tidak pernah mengalami SAKIT.
~ Adakah dalam perjalanan HIDUP, yang KAYA tidak akan mengalami MISKIN.
~ Mungkinkah dalam menjalin HIDUP, baik itu ISTRI atau SUAMI tanpa ada CELA.
~ Mungkinkah dalam pembinaan HIDUP, mendapatkan taman, sahabat atau saudara tanpa AIB.

Semua pasti akan mengalami KELENGAHAN maupun KEMUNDURAN .. baik itu di sengaja ataupun tidak .. Karena hal itu berjalan sesuai dari mana PERWUJUDAN sebelum mengalami KELENGAHAN maupun KEMUNDURAN.
Dengan menggali hal yang demikian .. Justru diri insan akan mendapatkan PEMBELAJARAN terbesar dan tidak akan pernah menyalahkan ORANG LAIN yang di jadikan KAMBING HITAM .. Triiiiink .. Triiiiink ..

MIKUL DHUKUR MENDEM JERUH

Terispirasi dari pesan kuno, pesan ORANG TUA kepada anak-anaknya "ISO'O MIKUL DHUKUR MENDEM JERUH" ..

Sesungguhnya makna dalam kupasan pesan tersebut amatlah JELAS, dimana si ORANG TUA senantiasa mengharap agar benih yang terwujud dari RASA CINTA, KASIH dan SAYANG bisa menjadi anak yang berbakti pada kedua ORANG TUA (khususnya), AGAMA dan MASYARAKAT.

Tapi terkadang sebagai ORANG TUA yang merasa melahirkan, menjaga, mendidik serta menafkahi (memelihara) .. Baik itu dari segi matriil ataupun sprituil .. Justru ingin MENGUASAHI diri si ANAK .. Baik dari KEPRIBADIAN maupun PEMIKIRAN.
Terkadang si ORANG TUA menjejali dengan segala masukan yang tercetus dari ke EGO an diri .. Tanpa mau memberi kesempatan pada si ANAK untuk berpikir secara MANDIRI .. Dan mencari nilai BENAR atau SALAH .. Pada masalah yang terjadi dalam rangkaian cerita hidup yang TERALAMI.

Bukankah BENIH yang terlahir yang di sebut ANAK itu merupakan sebuah AMANAH .. ?!? ..
Akankah pantas sebagai AMANAH harus dikotori dengan hal yang menyangkut kepentingan PRIBADI yang membuat si ANAK terbelenggu dengan DENDAM dan SAKIT HATI.

Bukankah "MIKUL DHUKUR" itu juga menyimpan makna dan bertujuan untuk mengangkat DERAJAT kedua orang tua dari prilaku yang di cerminkan oleh si ANAK.
Dan bukankah "MENDEM JERUH" itu juga bermakna sebagai perendam dari ke EGO an .. Sebagai ungkapan kata "MAAF" untuk keseluruhan .. Khususnya untuk PRILAKU ORANG TUA yang terkesan SALAH .. Karena hal tersebut sebenarnya bukan HAK si anak untuk MENYALAHKAN nya .. Tp justru si ANAK harus bisa MENDO'AKAN .. Do'a terbaik teruntuk kedua ORANG TUA nya ..

Sekedar SARAN MBLADUS ..
Percuma ae laaaah .. Ole e BELAJAR GETUH .. belajar keagamaan lan filsafat sak kranjang bek .. Opo maneh sampek kelek kemeringet .. Bathuk sampek ngecap ireng .. Lan Selakangan sampek jamuren .. Thooo ora isok mosisino ngendi lungguhe ANAK lan ngendi lungguhi WONG TUO .. Kui sing salah KITAB e, GURU ne opo MANUNGSO e .. mbuuuuh di pikir dewe-dewe ae ..

Senin, 14 Agustus 2017

ARAH MATA ANGIN

4 penjuru mata ANGIN sebenarnya tidak lepas dari istilah JEJODOHAN ..
Entah itu menyangkut tentang REZEKI, ILMU ataupun PASANGAN HIDUP .. Semua itu termasuk JODOH yang sepatutnya di RENUNGKAN dan di GALI dengan seksama ..

Dalam JEJODOHAN sudah semestinya pasti mengandung unsur :
AWALAN atau kaWETAN (TIMUR)
Sebagai awalan langkah .. yang pasti setiap PELAKU pasti memiliki keinginan yang tertanam dalam hati .. entah itu dalam katagori REZEKI, ILMU ataupun JODOH ... Dan dia juga pasti mengetahui, sebenarnya dimana dia harus melangkah .. demi untuk mencapai segala yang di cita-cita kannya ..

PENEMPATAN atau KUdu keLON (BARAT).
Bila segala aktifitas sudah di lakukan oleh si PELAKU .. dengan segala pembinaan pada dirinya .. si PELAKU harus bisa menyesuiakan segala apa yang di dapat atau yang di hasilkan .. dan di kembalikan pada dirinya sendiri ..
Apakah sesuai dengan HATI NURANI nya atau tidak ..
Apakah semua berjalan dengan IKHLAS atau KETERPAKSAAN ..

FAEDAH serta MANFAAT atau moLOR (UTARA).
Ketika si PELAKU sudah mendapatkan tempat di mana dia harus menggali segala keinginannya .. dia pasti bisa menilainya sendiri tanpa harus di pandu berbagai anggapan pada dirinya sendiri ..
Apakah yang di dapatkan saat ini membawa manfaat atau tidak .. ataukah membuat dirinya tersiksa dalam wujud mata pencariannya yang tertanam sejak awal ...

TUJUAN atau Kedah di duDUL (SELATAN).
Di saat KESEIMBANGAN sudah sesuai dengan kreteria dan tidak melanggar dari segi NORMA ataupun PERATURAN yang menjadi AMANAH ..
Barulah semua di WUJUDKAN dengan menanam benih baru ..
Dengan wujud TULUS IKHLAS .. RASA KASIH dan SAYANG dan juga WELAS ASIH ASUH ..

Bagaimana wujud dari JEJODOHAN .. Baik itu REZEKI, ILMU atau PASANGAN HIDUP .. yang pasti ingin mendapatkan KETURUNAN yang baik dan berbakti .. dan bisa menghantarkan dalam langkah AKHIR.

Intinya ..
Sebelum KUdu keLON (KULON - point 2) si pelaku harus mengenal terlebih dulu (kawitan - WETAN - point 1) bagaimana dan siapa yang akan di KELONI .. Sudah pantaskah semua untuk WUJUD dirinya, PRIBADInya dan juga RASAnya .. semua harus di kembalikan pada diri masing-masing PELAKU .. karena TEPAT dan COCOK buat lain orang .. belum tentu TEPAT dan COCOK buat si PELAKU ..

Terkadang dengan KONDISI dan POSISI semua bisa berubah .. dimana yang tidak terbiasa akan menjadi TERBIASA .. Di mana pada awalnya terbentur dengan ketidak tahuan akan menjadi tahu dan mengerti ..
Walau demikian, semua tetap menjadi pembiasan SELANJUTNYA .. Berfaedah atau tidak  .. Bermanfaat atau justru merugikan buat diri si PELAKU .. untuk mengembangkan segala apa yang sudah di dapatkannya ..
Sebelum KELON (KULON) sudah sepantasnya harus bisa MOLOR (LOR - point 3) .. Molor atau memanjang daya PIKIR nya, daya SEMANGAT nya dan juga daya KREASI nya .. perkembangan inilah yang menjadi KUNCI untuk mewujudkan KESERASIAN dan KEHARMONISAN bagi si PELAKU yang mendapatkan REZEKI, ILMU dan JODOH .. Akan semua tetap RUKUN dan BAHAGIA ..

Kalau memang sudah bisa MOLOR baru bisa di pakai atau di DUDUL (KIDUL - Point 4) .. Kalau Semua bisa di cerminkan .. yang pasti KEPUASAN akan dapat di rasakan sampai ke BHATIN .. dan hasil DUDUL an bisa di harapkan memjadi BENIH yang sesuai PENGAHARAPAN si PELAKU ..

Percuma mendapatkan REZEKI banyak .. tapi nyatanya si PELAKU tidak bisa merasakannya .. justru akam membawa bencana ..

Percuma mendapatkan ILMU tinggi .. tapi nyatanya justru membikin RESAH dan membawa PRAHARA ..

Percuma mendapatkan pasangan HIDUP yang BAGUS (Cantik atau Tampan) .. tp nyatanya KENYAMANAN tidak bisa di rasakan .. juatru selalu menciptakan pertekaran hanya karena terpancang soal KEKURANGAN.

Dan tidak selalu MODUS .. MODUS .. lan MODUS ..  kwkkwkwkkwkwkk ..
Salam "LAKNAT" (peLAKu amaNAT) bagi yang mau dijadikan "LAKNAT" ..