- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Selasa, 06 September 2011

SENYUM NABI BERSAMA ANAS BIN MALIK

Anas bin Malik merupakan orang kepercayaan Rasulullah SAW di dalam rumah tangga. Bisa dikatakan dalam istilah zaman sekarang Anas bin Malik merupakan manajer beliau. Apa saja yang beliau perlukan, Anas bin Maliklah yang menanganinya.
Hubungan Anas bin Malik dengan Rasulullah SAW bukan sekedar seorang budak dengan majikan. Ibu Anas bin Malik yang dulu menyerahkan sendiri puteranya supaya hidup dalam lingkungan keluarga Rasulullah SAW dan selalu dalam perlindungan beliau. Hubungan Rasulullah SAW dengan Anas pun amat baik, bahkan akrab. Sesekali jika Rasulullah SAW menginginkan tenaganya untuk mengerjakan sesuatu, Anas pura-pura menolak untuk menggoda hati beliau. Begitulah kelakuan Anas sekadar untuk bergurau dengan beliau. Dan beliau pun sering mencandai Anas. jadi, hubungan yang terjadi antara Rasulullah SAW dan Anas bukan sekadar pembantu dan majikan, melainkan hampir menyerupai teman atau sahabat.

para sahabat yang menjadi tetangga beliau paham betul akan ciri khas Rasulullah SAW ini. mereka mengetahui kepribadian Rasulullah SAW yang demikian agung dan anggun. Dalam hubungan dengan siapa pun beliau senantiasa menampakkan wajah keceriaannya, termasuk dengan pembantunya. Beliau jarang menegur apalagi samapai memarahi pembantunya jika melakukan kesalahan dalam pekerjaan. Dalam hal ini Anas bin Malik pernah bercerita, "Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaknya. Pada suatu hari beliau pernah mengutusku untuk suatu keperluan. Mendengar permintaan beliau ini, aku mengatakan kepada beliau bahwa demi Allah, aku tidak akan pergi". Namun dalam hatiku, aku akan pergi melaksanakan perintah beliau tersebut.

Kemudian aku keluar berjalan hingga melewati kerumunan anak-anak yang sedang bermain di tengah keramaian pasar. Tiba-tiba Rasulullah SAW sudah berada dibelakangku. ketika aku menolehkan kepalaku, kutemukan seulas senyum menyejukkan dari bibir beliau. lalu beliau bertanya kepadaku, 'wahai Anas, apakah engkaa mau pergi sebagaimana yang aku perintahkan?'. lantas aku menjawab, "Benar, ya Rasulullah,m aku segera berangkat".
Memang benar, selama sembilan tahun aku membantu beliau, belum pernah beliau itu mengomentari pekerjaan yang aku lakukan. beliau juga tidak pernah mencela sesuatu kepadaku, Demi Allah, beliau belum pernah berkata, 'Cih ..'. kepadaku.

ETIKA CARA BERDO'A

"Jangan sekali-kali kamu mendo'akan hal-hal buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu, karena khawatir do'a kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan do'amu". (HR. Muslim).


1.      TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERDO'A HENDAKNYA MEMUJI KEPADA ALLAH, KEMUDIAN BERSHALAWAT KEPADA NABI ....
Rasulullah saw. pernah mendengar seorang lelaki sedang berdo'a didalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi.
Kemudian Nabi bersabda kepadanya, "Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat, apabila Anda selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdo'alah". (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

SENYUM NABI KARENA ULAH NU'AIMAN

NU'AIMAN bin Amru, salah seorang sahabat Anshar yang sering sekali mengerjai teman-temannya dan para sahabat lain. Karena sering mengerjai orang, dia juga sering dikerjai sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang lain.
Demikian halnya dengan Rasulullah SAW. Beliau sering dikerjai oleh Nu'aiman dan menjadi sasaran langsung lelucon mereka, karena mereka tahu kalau Rasulullah itu bukanlah pendendam dan beliau tidak akan marah dengan ulah merekah. Dan mungkin justru beliau menyukai lelucon itu dan bisa tersenyum geli melihat tingkah laku mereka.

Nu'aiman bin Amru merupakan salah seorang sahabat yang sering mengerjai Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai bahan leluconnya. Hal ini berarti keakraban dan keramahan Rasulullah SAW dengan para sahabatnya sangat terjaga, sekaligus membuktikan bahwa beliau dapat menerima lelucon tersebut.
Suatu ketika Rasulullah sedang berada di masjid, ada seorang badui yang datang menemui Rasulullah di dalam masjid. Beberapa sahabat beliau ada yang melihat kedatangan orang badui tersebut. Maka timbul keisengan untuk memakai tangan tangan Nu'aiman dalam mengerjai Rasulullah.

Mereka segera berkata kepada Nu'aiman yang kebetulan sedang bersama mereka. Kata mereka, "Wahai Nu'aiman, bagaimana kalau kau sembelih saja unta badui itu, kemudian dagingnya kita makan bersama-sama ?!? Sebab kita sudah lama tidak makan daging unta. Nanti biar saja Rasulullah SAW yang membayar harganya". Tanpa pikir panjang, Nu'aiman pun menyetujui saja usulan teman-temannya itu tanpa memandang bahwa yang hendak di permainkan adalah Rasulullah, Nabi junjungan mereka. Maka di sembelilah unta itu.

Ketika orang Badui itu keluar dari masjid, alangkah terkejutnya dia melihat untanya sudah terkapar tak berdaya di tanah. Darah segar masih berceceran di sekitarnya. Seketika itu ia berteriak, "Ya Muhammad, untaku telah disembelih orang".
Rasulullah SAW terkejut sekali ketika mendengar teriakan orang Badui itu. Langsung saja beliau keluar dari masjid. Di halaman masjid terlihat oleh beliau unta yang sudah mati disembelih, serta orang Badui yang sedang berdiri kebingungan. Maka, beliau segera bertanya kepada para sahabatnya, "Siapa yang melakukan penyembelihan unta orang badui ini ?!?".
Mereka menjawab, "Nu'aiman, ya Rasulullah !?! Kini ia sedang bersembunyi karena takut pada engkau".
Seketika itu pula, beliau segera mencari Nu'aiman yang tengah bersembunyi dengan mengikuti jejak-jejak kakinya. Jejak kakinya menunjukkan bahwa Nu'aiman bersembunyi di sekitar rumah Zubair bin Abdul Muththalib. Dan benarlah dugaan Rasulullah.
Rupanya Nu'aiman bersembunyi di sekitar rumah tersebut. Ia masuk ke sebuah lubang yang pintunya ditutupi dengan pelepah daun kurma.

Karena tahu bahwa Rasulullah saw. Mencari Nu'aiman, seorang warga yang melihatnya mengatakan, "Aku tidak melihatnya, ya Rasulullah !?! Tetapi, jari telunjuknya diarahkan ke tempat bersembunyian Nu'aiman.
Bergegas Rasulullah SAW menuju tempat persembunyian Nu'aiman. Disana beliau mendapat Nu'aiman berada dalam lubang. Kemudian beliau mengeluarkan Nu'aiman dan dari dalam lubang tersebut dan membersihkan wajah Nu'aiman yang berlumuran tanah.
Setelah membersihkan wajah Nu'aiman, beliau bertanya, "Apa yang mendorongmu untuk berbuat begitu, wahai Nu'aiman ?!?". Nu'aiman menjawab, "Yang memberitahukan Rasulullah itulah orang-orang yang menyuruh aku menyembelih unta badui tersebut. Bahkan, mereka mengatakan bahwa engkaulah nantinya yang akan membayar harga unta tersebut".

Rasulullah tersenyum geli mendengar alasan Nu'aiman. Setelah itu, kemudian beliau membayar ganti rugi pada pemilik unta tersebut. Seperti itulah ulah sahabat Rasulullah yang satu ini. Betapa repotnya terkadang Rasulullah meladeni tingkah laku para sahabatnya yang usil. Seperti yang dilakukan Nu'aiman, gara-gara kelakuannya, beliau harus rela mengeluarkan uang ganti rugi unta orang badui itu.
Meskipun demikian, Nu'aiman tetaplah sahabat yang tingkah lakunya konyol. Dan Rasulullah pun tetap membutuhkan lawakan dari Nu'aiman. Terkadang beliau berkata, "Pendengarkan kepada kami lelucon-leluconmu, hai Nu'aiman !?!".
Nu'aiman juga sering datang kepada Rasulullah saw. dan mengucapkan kata-kata yang membangkitkan senyum beliau.

RASULULLAH SAW

MUHAMMAD SAW adalah sosok manusia yang begitu mulia. Beliau adalah seorang nabi sekaligus rasul. Jika kita memandang sosok Rasulullah dari sisi kenabian atau bahkan melihat beliau sebagai seorang Rasul Allah, maka dalam benak kita tidak akan pernah terpikir bahwa Rasulullah gemar bersenda gurau bersama para sahabat beliau.
Dalam pandangan orang-orang biasa, Rasulullah adalah manusia dengan tingkat ketaatan kepada Allah begitu tinggi dan kekhusyu'an dalam beribadah. Sehingga dalam benak kita beliau sangat jauh dari hal-hal yang bersifat duniawi, dalam hal ini adalah senda gurau.

Jika kita memandang beliau dari sisi kemanusiaan, tentu Rasulullah sama halnya dengan manusia lainnya yang tidak lepas dari kejenuhan ataupun kepenatan dalam menjalani kehidupan. Beliau juga butuh 'refresh' pikiran dengan bersenda gurau bersama para sahabat.
Akan tetapi, kita jangan pernah beranggapan bahwa Rasulullah dalam bercanda tidak mempunyai batasan-batasan tertentu atau bahkan kelewat batas. Beliau merupakan insan kamil (manusia sempurna) yang dari sisi lain tidak sama dengan manusia biasa. Beliau tidak berkata kecuali yang benar (jujur).
Dalam sebuah riwayat, dikatakan, "Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar," (HR At-Thabrani).

Pada hakekatnya, bercanda itu dilarang atau tercela. Hanya kecil sekali yang di perbolehkan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini : "Janganlah kamu berbantahan dengan saudaramu dan janganlah kamu bersenda gurau dengannya" (HR. At-Tirmidzi). Memang benar adanya, jika berbantahan (adu mulut) akan merugikan dan menyebabkan sakit hati.
Akan tetapi, beda halnya dengan bercanda. Dalam kehidupan saat ini kita tak bisa lepas dari bercanda.
Dengan bercanda, justru akan terjalin keakraban. Asalkan tidak keterlaluan. Oleh karena itu, kita pun semestinya mencontoh Rasulullah. Gemar bercanda namun tetap dalam batasan tertentu, tidak berlebihan apalagi sampai menyinggung perasaan orang yang diajak bercanda atau pihak lain.

Bercanda yang dilarang agama ialah bercanda yang keterlaluan atau kelewat batas norma yang ada. Serta dilakukan secara terus terang. Karena, jika kebanyakan bercanda akan menyebabkan banyak tawa dan dikhawatirkan akan lepas kontrol dan justru akan menimbulkan kebencian serta menjatuhkan martabat diri dan kewibawa'an.
Dalam sebuah riwayat 'Abu Hurairah', bahwa para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau bercanda dengan kami", maka Rasulullah bersabda, "Miskipun aku bercanda dengan kalian, sesungguhnya tidaklah aku berkata melainkan kebenaran".
Maka dari itu, sudah selayaknya bagi kita yang gemar bercanda tidak menghilangkan batasan-batasan atau rambu-rambu dalam bercanda. Berkatalah yang benar, meskipun bercanda. Dan jangan pernah menyakiti hati orang lain.

Senin, 29 Agustus 2011

PARA KEKASIH ALLAH

Tiada daya apapun yang bisa menghambat, bila seorang hamba kepingin menjadi kekasih-Nya. Bila Allah swt mengijinkan, maka cahaya terang yang istimewa pasti akan mereka dapatkan.

Jumat, 29 Juli 2011

PUASA ALA KEJAWEN

Puasa dan tapa adalah dua hal yang sangat penting bagi peningkatan spiritual seseorang. Disemua ajaran agama biasanya disebutkan tentang puasa ini dengan berbagai versi yang berbeda. Menurut sudut pandang spiritual metafisik, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran. Puasa dengan cara supranatural mengubah sistem molekul tubuh fisik dan eterik dan menaikkan vibrasi/getarannya sehingga membuat tubuh lebih sensitif terhadap energi/kekuatan supranatural sekaligus mencoba membangkitkan kemampuan indera keenam seseorang.

Senin, 20 Juni 2011

KATA BIJAK

  • Jangan kecewa bila dunia tidak mengenal anda .. Tetapi kecewalah bila anda tidak mengenal dunia.
  • Belajar tanpa berfikir tidak ada gunanya .. Berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.
  • Bila anda memahami lebih banyak orang .. Maka anda akan dapat memahami diri sendiri.
  • Sifat-sifat orang yang kita kenal .. Tidak selalu sama dengan yang kita lihat.
  • Kesabaran dan ketawakalan adalah minyak pelumas bagi roda kehidupan.
  • Lebih baik di tipu kawan dari pada mencurigainya.
  • Lebih memalukan untuk tidak percaya teman .. Dari pada di tipu oleh teman sendiri.
  • Jangan puas dengan apanya, akan tetapi .. Berusahalah belajar mengetahui bagaimana.
  • Kemanapun anda pergi .. Pergilah dengan segenap hati anda.
  • Rasa iri hati .. Selalu bertahan lebih lama, dari pada kebahagiaan orang yang kita irikan.
  • Orang yang berbudi tinggi .. Justru karena ia tidak pernah memamerkan kebesarannya.
  • Kegelisahan dan kecemasan .. Itu merupakan penyakit .. Yang kadang-kadang bisa menciptakan kejahatan.
  • Hanya orang yang tahu mengabdi patut menjadi pemimpin.
  • Hati hanya bisa membuat kita tentram .. bila kita mau dan selalu membuat kebaikan.
  • Tidak ada waktu untuk memberi kesempatan .. Tetapi kesempatanlah yang membutuhkan waktu.
  • Tidak ada usaha yang gagal .. Karena kegagalan itu itu sendiri, merupakam usaha untuk mencapai kemenangan.
  • Mencari kawan itu lebih mudah .. Tetapi untuk bersatu dan hidup damai dengan teman amatlah sukar.
  • Orang yang berjiwa besar .. Akan selalu meninjau suatu masalah dari segala sudut .. Tanpa ada prasangka apapun.
  • Jika orang tidak memandang jauh kedepan .. Ia akan segera mengalami duka cita.
  • Orang yang berjiwa besar selalu memperhatikan pribadinya sendiri.
  • Tenang dan seimbang .. Itulah ciri dari seseorang yang berjiwa besar.
  • Karena kelemahan dan rasa malu .. Seseorang sering mengelabui dengan menunjukkan ketetapan hatinya.
  • Sungguh memang sulit .. untuk menghormati orang yang tidak kita sukai.
  • Jika anda berhadapan dengan orang jahat .. Bersikaplah seperti menghadapi orang baik.
  • Barang siapa yang tidak percaya kebenarannya sendiri .. Sudah pasti akan mendapat banyak pelajaran.
  • Janganlah memarahi orang .. Karena pada saat itu kita juga bisa membuat kesalahan.
  • Fitnahlah diri kamu sendiri guna pembangunan jiwa .. Tapi janganlah menfitnah orang lain.
  • Kebanyakan orang bahagia apabila mereka mau menjernihkan pikirannya.
  • Pengkhianatan walaupun dilakukan dengan hati-hati .. Tetapi pada akhirnya akan ketahuan juga.
  • Hadapilah masa depan yang muram tanpa rasa takut .. Tetapi dengan hati yang perkasa.
  • Bukan suka cita ataupun duka cita yang menjadi tujuan hidup kita ini .. Tetapi perenungan secara sadar itulah yang menjadi pengendali menggapai tujuan.
  • Kehabisan kekuatan untuk mengendalikan diri .. Itu merupakan permulaan turunnya martabat.
  • Persiapan yang baik untuk masa depan ialah .. Tugas yang terakhir yang dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
  • Kesulitan makin akan bertambah bila dihitung-hitung .. Tetapi akan lenyap dengan sendirinya bila tidak diperhatikan.
  • Sesungguhnya keceriahan dan keriangan hati merupakan obat yang paling mujarab .. Di bandingkan obat manapun yang ada di dunia.
  • Ketekunan adalah bukti watak yang lebih nyata dari pada kepahlawanan.
  • Sahabat yang paling baik bagi seseorang adalah ke 10 (sepuluh) jari tangannya.
  • Nafsu itu adalah kereta pacuan .. Tetapi otak adalah pengendara untuk mengarahkan dan membimbing kereta kencana.
  • Dalam segala hal .. Jalan tengahlah yang terbaik .. Karena segala yang berlebihan pasti akan menimbulkan kesukaran.
  • Rezeki selalu mencari orang yang sabar, ulet, tahan uji dan teguh.
  • Kekurang kepercayaan pada diri sendiri sering kali menjadi penyebab kegagalan.
  • Pikiran mencintai sesama manusia .. Akan menimbulkan timbal balik dan mendatangkan rasa cinta dari pihak lain.
  • Dengan rendah hati orang harus dapat bersabar .. Karena kesabaran itu pula yang menentukan segalanya.
  • Siapa yang tangannya selalu menadah sedekah saja .. Pada akhirnya akan menjadi pemeras dan menjemukan.
  • Ketakutan sering kali menampakkan diri dalam bentuk membual.
  • Kegagalan bukanlah berarti kehancuran .. Tetapi sebagai batu loncatam untuk menuju sukses.
  • Kemauan itu .. Bersemayam di samping nasib .. Bagaikan aliran kodrat yang mengalir dalam niat.
  • Karakter seseorang .. Sebenarnya dapat diketahui dari kegemaran atau kesukaannya.
  • Kesetiaan dan kejujuran seorang sahact .. Dapat dibuktikan pada waktu berpisah.
  • Simpati itu tidak akan terbuang sia-sia .. Kecuali jika di berikam kepada diri sendiri.
  • Cinta adalah melihat kelebihan pasangan dan bukan melihat kekurangannya.
  • Kritik jika di pikir secara positif .. Sebenarnya dapat membantu kita untuk menemukan jati diri.