- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Sabtu, 09 Juni 2012

PETUNJUK ALLAH LEWAT UNSUR ALAM

Bilamana suatu hari datang kebenaran yang sejati dan suci murni, maka meraunglah sederetan hasrat yang dipenuhi oleh sebelenggu nafsu yang membawa rintisan noda dan dosa dalam suatu lingkaran kejahatan yang membelenggu insan.

Kejahatan sewaktu-waktu mungkin bisa berkumandang tajam dalam meraih kemenangan dan dia akan berjaya.
Akan tetapi bila pada saat kebenaran dan keadilan itu muncul dan siap mengibarkan panji-panji serta benderanya ..
Tak ada 1 (satu) kekuatanpun di dunia ini yang mampu membendung atau menghalanginya. Derap langkah kebenaran yang sejati, justru akan menerjang dan menyingkiran benih-benih kejahatan yang merintanginya.

Kejahatan dapat membakar dan merusak laksana api, tetapi api kejahatan itu sendiri sebenarnya kekuatan yang sangat dahsyat yang akan diarahkan oleh Allah untuk membakar mereka yang terbenam dan yang terhanyut dalam belenggu kehidupan iblis yang hanya mengutamakan dorongan hawa nafsu belaka. Dan hanya menuruti kepuasan diri pribadi dalam memupuk nikmat diambang sela hidup.

Bila sudah datang pada waktunya, dimana api kejahatan itu akan bergerak dan berjalan membalik, yang akan memusnahkan dan menghanguskan diri insan yang melakukan kejahatan. Penyesalan diakhir hidup tidak akan ada guna, rintisan langkah yang hidup akan jadi sia-sia. Belenggu laknatpun akan senantiasa mengiringi dan menyelebunginya.

Kebenaran sejati ibarat wujud seekor harimau putih yang berdiri tegar dan selalu siap bergerak bila mencium aroma kejahatan. Walau terlihat santai dan tenang, akan tetapi langkahnya begitu menggetarkan jiwa, dan wujud kejahatan apapun akan merasa takut dan getar. Dan sebelum sang lambang harimau putih itu bergerak dan menerjang. Sang mangsa udah merasa jerih dan tunduk.

Wujud seekor harimau putih, ibarat seorang muslim sejati yang tumbuh dan berkembang dengan keteguhan iman. Dan memiliki berprinsip yang tak mudah tergoyahkan.

Putih adalah lambang kesucian dan kebenaran. Sedangkan harimau adalah lambang keberanian dan kejantanan.
Jadi harimau putih disamping bermakna sebagai muslim sejati, dapat juga diartikan sebagai suatu lambang ksatriya sejati yang selalu berjuang dihamparan jalan kebenaran yang senantiasa dinaungi oleh cahaya jiwa yang bersih, dan tiada rintisan benih pamrih yang dapat menghalangi langkah serta sepak terjangnya sebagai penegak nilai kebenaran.

Ksatriya sejati sungguh sangat bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan dan apa yang di perjuangkan. Tiada ada rasa takut yang terselip di benak dan jiwanya. Dia terus melangkah dengan tegap dan gagah menyambut datangnya luka. Dan dia senantiasa tersenyum disaat kupasan pengorbanan menyapanya.
Dalam kibaran niat pada diri ksatriya sejati pantang untuk menyerah ataupun melarikan diri dari perjuangan yang ditempuh.
Dia senantiasa menunjukkan senyum keceriahan, dan dia menerjang kejahatan dengan kesadaran penuh tanpa teriring emosi ataupun rintisan benih dendam yang terselip di hati.

Menegakkan nilai kebenaran yang hakiki itulah yang menjadi niat dan tujuannya. Walau nantinya rumusan kemenangan dapat di capai, dia tak merasa unggul dan yang kalahpun tak akan merasa dikalahkan. Justru mereka akan merasa ikut menikmati kemenangan itu sendiri.

Untuk itu, barang siapa yang dapat menjalankan perintah dariNYA dan menempuh perjuangan dengan hati nan ikhlas dan penuh keyakinan, maka kemanapun insan pergi. Harimau putih yang bernaung di dalam diri insan akan membantunya dan akan menjadi satu kekuatan yang tak mudah untuk dikalahkan oleh kekuatan jahat apapun yang berada berada di alam kehidupan ini.
Baik itu oleh kekuatan musuh yang mempunyai tipu muslihat, ilmu hitam, ataupun oleh kekuatan iblis yang selalu menanti kelengahan pada diri insan.

Sifat dari harimau putih atau ksatriya sejati itu hanyalah untuk menjaga dan melindungi diri insan dari musuh-musuh yang datang untuk mengusik atau mengganggunya. Adanya harimau putih pada diri insan, bukan untuk menyerang pada musuh yang tak menyerang insan.
Pada dasarnya, ksatriya sejati hanya memberikan bentangan jalan terang untuk bahan pembelajaran. Dan menunjukkan kegagahan dan keberanian yang berpedoman dalam jalur kebenaran. Dan bukan untuk bertindak sewenang-wenang. Bila hal ini dilanggar, dan tak menghiraukan aturan-aturan yang telah nyata atas diri insan itu sendiri .. Maka bersiap-siaplah untuk menerima atau menanggung resiko serta hukuman yang sudah di siapkan olehNYA.

Dalam hal ini, istilah Harimau putih bukanlah sebutan dari ghoib lain yang diluar ghoib pada diri insan, dimana Allah sudah menyertakan ghoib hikmah semenjak insan terlahir dan merasakan nafas kehidupan.
Harimau putih merupakan sifat sejati yang berasal dari diri insan itu sendiri, dimana wahananya tercermin dari uraian tingkah laku yang insan lakukan. Dalam hal ini adalah "Ilmu Kanti Laku" atau bisa di sebut "Ilmu Pakerti".
Pada dasarnya dan pada intinya, setiap insan yang hidup. Tak pernah terlepas dari uraian Ilmu Pakerti, karena dengan pencerminannya itu barulah insan dapat di katakan merintis kesempurnaan.

Melaksanakan jenjang demi pembiasan dalam benih kesempurnaan dalam pencerminan "Ilmu Kanti Laku", karena hal ini merupakan hal terpenting dan juga merupakan amanah yang seharusnya di laksanakan oleh segenap lapisan insan tanpa terkecuali.
Agar insan dapat menepatkan diri di lapisan insan beraneka ragam.
Sampai kapanpun, rumusan dalam kupasan yang tertampung dalam unsur "Ilmu Pakerti" tak pernah susut maupun sirna menyelubungi hamparan hidup pada diri insan. Dan hal ini juga berfungsi untuk pengendali cerminan tingkah laku insan yang senantiasa melangkah hanya berdasarkan hasrat dan pemikiran semata.
Karena kadang kala sebagian insan melupakan apa yang sudah di amanahkannya, dan tak mengindahkan atau tak menghiraukan akan anjuran yang sudah ditetapkan olehNYA. Kadang diri insan juga sering mengambil jalan pintas demi memuaskan hasrat nafsu iblis yang bersarang di dalam tubuh insan itu sendiri.

Salah satu faktor penentu dari wujud "Ilmu Kanti Laku" adalah iman yang kuat, tanpa adanya keimanan pada diri insan, apalagi insan tersebut menggelarkan "Ilmu Pakerti". Semua yang dapat akan terasa hambar, dan apapun hasil yang dicapai akan menjadi sia-sia. Ibarat insan yang berjuang dan mencapai kemenangan, tapi insan itu sendiri tak bisa merasakan dan menikmati kemenangan tersebut.

Kebesaran jiwa dalam merenungkan pengorbanan pada setiap perjuangan yang insan tempuh, tak mungkin dapat insan rasakan, dibenaknya tak lagi ada kepedulian unuk mengupas jenjang rasa yang ikut merasakan penderitaan.
Dalam diri insan yang demikian, hanya terpatri keibahan dan mudah menyerah. Dan insan seperti ini tak memiliki kemandirian yang sejati.
Mereka hanya bisa bertahan hidup karena belas kasih dari insan lain dan bukan karena perjuangan yang mereka tempuh. Apalagi pengorbananan yang mereka terima.

Memupuk iman dengan kemantapan dalam kesucian, itu sudah menjadi tugas setiap insan, karena dengan demikian secara tidak langsung insan tersebut sudah mencerminkan "Ilmu Pakerti" yang sesungguhnya.
Atas dasar iman yang mantab, disitulah "Ilmu Pakerti" dapat tergelar dan dapat di rasakan hasilnya oleh setiap insan.

Sesungguhnya, unsur iman amatlah mudah untuk di pelajari dan di hafalkan. Tapi amatlah sulit untuk di mengerti apalagi untuk di amalkan mengiringi langkah hidup.
Karena dalam arti dan tujuan unsur iman itu sungguh amat luas dan gamblang, diantara uraian yang terkandung banyak sekali sisi-sisi terpenting. Dan semua yang ada, hanya demi menunjang jalur hidup bagi insan yang menempuh perjuangan yang sejati.

Apabila insan dapat mengetahui dan menemukan unsur keimanan secara mendasar, dan tidak dicampur adukan dengan unsur keimanan yang palsu yang cuma terlihat keindahan pada kulit luarnya saja.
Insya Allah, insan tersebut sudah menemukan kesempurnaan dalam dirinya. Dan dia sudah mendapatkan jalan luas yang menjadi hamparan langkah demi mencapai tujuan yang hakiki.
Disamping itu, insan tersebut sudah mendapatkan hakekat hidupnya, dimana dia akan melangkah mengimbangi kesadaran dan selalu selaras serta sejalur dengan tujuan yang sudah di tetapkan olehNYA.
Dan mustahil bagi insan yang sudah menemukan rumusan unusu kaidah keimanan. Untuk melewati ataupun menerobos jalur yang menjadi dinding pembatas keimanan yang sudah tergelar.

Diantara hamparan kekuasaanNYA. Allah telah menciptakan alam beserta isinya. Dan diantara renungan dari ciptaanNYA, insanlah yang diberikan suatu jalur kesempurnaan yang berlandaskan unsur keimanan, dari pada makluk lain yang juga ciptaanNYA.
Adapun untuk menunjang rintisan dalam mencapai kesempurnaan itu, Allah telah memberikan 8 (delapan) petunjuk utama. Dimana delapan petunjuk utama ini wajib diketahui serta di renungkan oleh setiap insan yang mengemban amanah tertinggi.

Dan siapa saja yang mampu mempelajarinya dan mencerminkan apa-apa yang tersurat maupun yang tersirat. Apalagi mengusai makna yang terkandung didalamnya serta mewujudkan dalam lahir maupun bhatin.
Maka hendaknya mereka (insan) menanamkan serta mencamkan dalam hati sanubari, apa-apa yang telah diperintahkan atau yang telah di tetapkan oleh Allah atas diri insan itu sendiri dalam melewati jalur yang ada.

Untuk mencari rumusan unsur keimanan, sebenarnya di mulai dari diri insan itu sendiri, lalu membias ke lainnya.
Rumusan unsur keimanan itu senantiasa membawa keselamatan dunia maupun akhirat. Adapun uraian dalam menggali sadar melalu petunjukNYA. Allah telah memberikan 8 (delapan) petunjuk utama atau juga bisa disebut 8 (delapan) jalur kehidupan.
Adapun 8 (delapan) petunjuk utama dalam jalur kehidupan itu ialah : ..
  1. T A N A H
  2. A I R
  3. U D A R A
  4. A P I
  5. B U L A N
  6. M A T A H A R I
  7. K A Y U
  8. B A T U

Dengan adanya 8 (delapan) petunjuk utama ini, agar supaya insan yang menempuh jalur hidup semakin teguh merintis serta memupuk unsur keimanan yang insan miliki dan yang insan tanam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar