- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pujangga Giras

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>
Tampilkan postingan dengan label WEJANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WEJANGAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

SURODIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI

Kata-kata dalam ungkapan semboyan ini pasti tidak asing pada masyarakat jawa. Dan ungkapan ini sering kali terdengar, entah itu secara langsung maupun dari buku yang kita baca. Dan sering kali ungkapan semboyan ini di ucapan dalam pementasan budaya jawa, entah itu dalam kesenian ludruk atau ketoprak yang bercerita akan perjuangan.

Kamis, 25 April 2013

MAKSUD "YO KONCO NING GISIK GEMBIRO"

Diawal syair tembang "PRAHU LAYAR" seruan dalam ajakan "YO KONCO" telah ditunjukan. Dan dalam hal ini, ajakan yang diserukan itu tidak difokuskan dalam satu golongan maupun status apapun, siapapun akan diajak dalam wadah kebersamaan dan tidak ada perbedaan yang membatasinya.

Jumat, 19 April 2013

TEMBANG "PRAHU LAYAR"

PRAHU : PRilaku Aklak minongko Hakekate Urip.

LAYAR  : Lelampa ane Amanah minongko wujude Yekti Agem-agem e Roso.

Dalam wujud nyata diantara kegunaan serta fungsi dari PRAHU LAYAR itu sendiri, adalah merupakan sarana atau alat bantu untuk menyeberangi danau, sungai ataupun laut.

WEJANGAN DIBALIK TEMBANG "PRAHU LAYAR"

BISMILLAHIR-ROHMANIR-ROHIIM ..

Pada dasarnya, seulas syair yang di curahkan dalam bentuk berbagai tembang. Itu sudah pasti mengandung rintisan makna nasehat dalam bentuk filasafat. Entah itu mengandung filsafat biasa ataupun filsafat tinggi.

Kamis, 07 Juni 2012

MAKSUD "CAH ANGON, CAH ANGON"

Kata "Cah Angon" mempunyai arti "Anak gembala". Dimana si anak gembala harus bisa menjaga dan memelihara apa yang di gembalakan, agar yang digembalakan menurut dan mematuhi apa yang menjadi kehendak si gembala dan tidak melakukan kehendaknya sendiri, hingga dapat merugikan bagi si gembala itu sendiri maupun pada yang lain.

Minggu, 11 September 2011

MAKSUD "TAK SENGGUH PENGANTEN ANYAR"

Kata “Tak sengguh penganten anyar” Atau juga : Disebut penganten baru, ini juga berarti : sedang mendapatkan sesuatu yang baru, yang berkenan di hatinya.
Suka dan senang, senantiasa bergayut pada diri insan yang mengalaminya, baik itu yang meresap dalam hati maupun perasaannya.

Selasa, 06 September 2011

MAKSUD "TAK IJO ROYO-ROYO"

Kata "Tak ijo royo-royo" itu mangandung arti : di buat tumbuh subur dan berkembang dengan daunnya hijau segar penuh keteduhan. Dan dapat membawa manfaat bagi insan lainnya.

MAKSUD "TANDURE WUS SUMILIR"

Kata "Tandure wus sumilir" mengandung maksud : benih yang ditanam sudah mulai tumbuh.
Yang dimaksud "benih" disini adalah benih "Iman". Yang Sudah barang tentu, Iman ke-Islaman yang tersimpan pada diri insan semenjak mereka terlahir di muka bumi ini.

MAKSUD "LIR-ILIR, LIR-ILIR"

Kata "Lir-ilir" berasal dari kata "ngililir" (bahasa jawa) yang artinya bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Atau tersadar kembali, "Sadar kembali dari kerterpurukan". Dimana pencerminan yang dulu, tak di dasari oleh iman dalam keislaman.

WEJANGAN DIBALIK TEMBANG "ILIR-ILIR"

Untaian tembang "Ilir-ilir" yang di ciptakan oleh "SUNAN KALIJAGA" atau "RADEN SAID". Pada dasarnya mengandung wejangan (Nasehat) yang amat dalam dan amat bermanfaat bagi insan yang menempuh jalur hidup. Disamping mengandung nasehat yang amat tinggi, tembang "Ilir-ilir" juga berguna menciptakan atau mewujudkan Iman yang sesungguhnya. karena disetiap baitnya, mengandung makna terdalam.

Pencerminan dalam tembang "Ilir-ilir" tersebut, tak lain tak bukan hanya untuk menjadikan seseorang agar bisa menjadi muslim yang baik. Yang bisa mewujudan melalui pencerminan sebagai insan yang sejati.
Semua yang tersirat dalam tembang "Ilir-ilir", merupakan anjurkan untuk menjalan amanah yang ditetapkan oleh-Nya. Atau juga merupakan suatu ajakan untuk menjadi orang Islam yang baik. Yang mematuhi segala titah yang diperintah oleh-Nya.

Bila di renungkan secara mendalam apa yang tersirat dari suratan tembang "Ilir-ilir", akan ditemukan kunci dasar yang menjadi rumusan untuk menentukan langkah yang lebih baik dan yang akan di ridhoi oleh-Nya.
Dan secara global ada beberapa perenungan dalam tembang "Ilir-ilir" yang bisa disimak dan dikupas :
  1. Bait pertama, mulai bangkitnya Imam Islam.
  2. Bait kedua, merupakan perintah untuk melaksanakan kelima Rukun Islam.
  3. Bait ketiga, bertobat, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Kesemuanya untuk bekal kelak bila mati.
  4. Dan bait selanjutnya punya arti yang menyimpulkan "mumpung" ada kesempatan baik.

 MAKSUD "LIR-ILIR, LIR-ILR"

Rabu, 27 April 2011

PERJALANAN SUNAN KALIJAGA MENCARI GURU SEJATI

Di antara para wali yang tersebar di pulau jawa, hanya Kanjeng Sunan Kalijaga (Raden Syahid) yang bisa dikatakan satu-satunya wali yang mengerti akan sela dan kegemaran penduduk pulau jawa dan dia menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa.

Sabtu, 09 April 2011

WEJANGAN NABI KHIDDIR PADA SUNAN KALIJAGA

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman hidup, baik itu pengalaman hidup pribadi maupun pengalaman hidup dari orang lain. Pengalaman hidup orang lain itu bisa juga disebut sebagai "Kaca Benggala" yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi insan.

Rabu, 09 Februari 2011

PENCERMINAN LELAKU SUNAN KALIJAGA LEWAT DEWA RUCI

Di dalam menempuh jalur hidup yang penuh dengan hidayah dan karunia, seharusnya insan selalu ingat akan Sang Maha Pencipta atau Allah SWT. Karena Dia lah yang senantiasa memberi jalan dan kemudahan bagi insan yang di ciptakan-Nya. Dalam mencari keridhoan-Nya, Allah sudah menguraikan kedalam seluruh Kitab Suci yang menjadi panutan setiap insan.